MATERIAL HANDLING PADA PT GOOD NOODLE

(PRODUSEN MIE INSTANT MERK “MIE ENAK”) 

 Gambar

Disusun oleh :

Kelompok : 11

Nama : 1. Nike Shelvi Yanna .S (105100300111045)

2. Devie Cahaya .N (105100300111049)

3. Nur Amalia .M (105100301111001)

4. Danang .P (105100300111039)

5. Mahendra N. N (105100300111051)

Kelas : C

Dosen Pengampu : Ika Atsari Dewi, STP, MP.

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

BAB I

PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

Kegiatan material handling di dalam pelaksanaan proses produksi merupakan hal yang sangat pokok, karena apabila kegiatan material handling tidak dilaksanakan maka proses produksi di dalam perusahaan akan terhenti. Adapun kegiatan material handling bukan hanya memindahkan barang setengah jadi dan barang jadi ke yempat penyimpanan. Oleh karena itu kegiatan material handling merupakan kegiatan yang sangat penting bagi perusahaan di dalam melakukan kegiatan produksi sebab pekerjaan material handling merupakan kegiatan yang menempati sebagian besar dari kegiatan perusahaan dan memerlukan bbiaya yang sangat banyak diantara pengeluaran yang lain.

Suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur menempatkan kegiatan material handling sebagai prioritas konsentrasi perusahaan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh fakta bahwa 20%-25% dari total manufacturing labor cost, dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan material handling. Material handling merupakan non-value added activity, namun penting untuk dilakukan oleh perusahaan, sebab material perlu dipindahkan untuk menuju pada proses selanjutnya. Dengan demikian, agar proses non-value added ini efektif, perlu dilakukan minimasi biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk aktivitas tersebut melalui penggunaan alternatif-alternatif yang ada.

Material handling yang dilaksanakan dengan benar akan memberikan enam keuntungan bagi perusahaan, diantaranya adalah penghematan biaya, penghematan waktu, memperlancar proses produksi, mempertinggi keselamatan kerja para pekerja, meningkatkan kapasitas produksi serta memperbaiki distribusi material. Disebutkan pula bahwa perlengkapan material handling yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut harus didesain sedemikian rupa sehingga hanya memerlukan sedikit operator untuk mengendalikan dan menjalankan fungsi pemeliharaan. Di samping itu, alat material handling juga tidak boleh merusak muatan yang dipindahkan.

    1. Tujuan

Untuk membuat material handling yang ada di perusahaan secara efektif dan efisien berdasarkan prinsip-prinsip material handling.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Profil Perusahaan

PT Good Noodle Tbk merupakan produsen mie yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan berdiri di Indonesia pada tahun 1995 oleh Fauzi Amin. Pabrik Good Noodle bertempat di Jl. Pemuda No. 35. Good Noodle melakukan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi mie, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran. Good Noodle memproduksi mie instan dalam bentuk mie goreng dan mie rebus dengan merk “Mie Enak”. Merk ini selain berhasil dipasarkan di Indonesia juga telah menembus pasar internasional yaitu di negar-negara Asia, Eropa, dan Australia. 

2.2 Profil Produk

Mie instan ini merupakan mie yang dihasilkan dari proses penggorengan setelah diperoleh mie segar dengan kadar air 5- 8%, sehingga memiliki daya simpan yang lama. “Mie Enak” adalah salah satu merk produk mie yang dikenal di Indonesia. “Mie Enak” diproduksi oleh perusahaan PT Good Noodle Tbk yang telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1995. Selain dipasarkan di Indonesia, produk ini juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di berbagai negara Asia dan Eropa. “Mie Enak” tersaji sebagai mie goreng instan dan mie rebus instan dengan bumbu istimewa. Produk ini tergolong sebagai produk makanan bergizi. Hal ini dikarenakan kandungan gizinya yang meliputi energi, protein, niasin, asam folat, mineral zat besi, natrium, dan berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B6, dan B12.

2.2.1 Bahan Pembuatan Mie Instan

a. Bahan Utama

Bahan utama dalam pembuatan mie instan yaitu tepung terigu berprotein tinggi (kadar protein 11% – 13 %). Tepung terigu ini diperoleh dari biji gandum yang digiling. Tepung terigu ini berfungsi membentuk struktur mie, sumber protein dan karbohidrat.

b. Bahan Tambahan

1) Tepung Tapioka

Tepung tapioka adalah pati yang diperoleh dari ekstrak ubi kayu melalui proses pemarutan, pemerasan, penyaringan, pengendapan pati, dan pengeringan. Tepung tapioka dapat digunakan sebagai bahan alternatif agar mie tetap kenyal, dan tidak lengkat saat dicetak. Dari segi hargapun tepung tapioka lebih murah dibanding dengan tepung terigu.

2) Garam

Garam berperan dalam memberi rasa, memperkuat tekstur mie, meningkatkan fleksibilitas dan elastisitas mie serta mengikat air. Garam dapat menghambat aktivitas enzim protease dan amilase sehingga pasta tidak bersifat lengket dan tidak mengembang secara berlebihan.

3) Air alkali

Air alkali merupakan air yang memiliki pH antara 6 – 9. Air alkali dalam pembuatan mie instant berfungsi untuk mempercepat pengikatan gluten, menguatkan adonan agar dapat mengembang dengan baik, meningkatkan kehalusan tekstur mie, serta memperbaiki kekenyalan mie.

4) Minyak Goreng

Minyak dapat digunakan sebagai medium penggorengan bahan. Dalam penggorengan, minyak berfungsi sebagai medium penghantar panas, menambah rasa gurih dan kalori dalam bahan.

5) Minyak Sayur

Minyak sayur adalah bahan yang digunakan sebagai campuran dengan bwang putih dan bawang merah untuk menjadi minyak bumbu. Minyak bumbu ini merupakan salah satu bahan pelengkap dalam mie instan.

6) Bawang Putih dan Bawang Merah

Bawang merah dan bawang putih merupakan bahan segar yang akan diproses menjadi serbuk bumbu yang merupakan bahan pelengkap dari mie instan.

7) Kecap

Sama seperti bawang merah dan bawang putih, kecap juga digunakan sebagai bahan pelengkap yang akan dikemas bersama mie.

8) Saos dan serbuk cabe

Saos dan serbuk cabe akan dikemas bersama bahan lain seperti kecap, minyak bumbu, dan serbuk bumbu sebgai bahan pelengkap dalam mie instan.

9) Zat pewarna kuning

Fungsi zat pewarna kuning adalah untuk memberi warna khas mie. Pewarna yang sering digunakan adalah tatrazine atau sunset yellow.

10) Asam benzoat

Asam benzoat merupakan pengawet makanan yang berguna untuk menambah daya simpan mie.

2.2.2Proses Pengolahan Mie Instan

2.3. Pertimbangan Pemilihan Lokasi Pabrik/Perusahaan

  • Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa bobot skor di Semarang yaitu 65,35 lebih besar dibanding bobot skor di Solo yaitu 64,15. Oleh karena itu lokasi yang dipilih untuk pendirian pabrik Good Noodle adalah Semarang.

2.4 Urut-Urutan Material Dari Supplier Hingga Konsumen (Termasuk Di Dalam Fasilitas Produksi/Perusahaan) + Peta Dari-Ke (From-To Chart) (Jarak Dan Muatan)

No

Nama Fasilitas

Komponen

Berat

Berat Total

Jarak Fasilitas

1

Receving – Storage

Tepung Terigu

Tepung Tapioka

Air Alkali

Garam

Pewarna Kuning

Minyak Sayur

Minyak Goreng

Bawang Putih

Bawang Merah

Kecap

Bawang Goreng

Natrium Benzoat

Saos

20 kg

10 kg

50 liter = 0.05

2 kg

3 kg

100 litter = 1 kg

200 litter = 2 kg

2 kg

2 kg

2 kg

2 kg

1 kg

2 kg

47.05 kg

6 m

2

Storage – Tempat Bahan Baku

Tepung Terigu

Tepung Tapioka

Air Alkali

Garam

Pewarna Kuning

Natrium Benzoat

20 kg

10 kg

50 liter = 0.05

3 kg

1 kg

1 kg

35.05 kg

6 m

3

Tempat Bahan Baku – Screw

Tepung Terigu

Tepung Tapioka

Air Alkali

Garam

Pewarna Kuning

Natrium Benzoat

20 kg

10 kg

50 liter = 0.05

3 kg

1 kg

1 kg

35.05 kg

3 m

4

Screw – Mixer

Tepung Terigu

Tepung Tapioka

Air Alkali

Garam

Pewarna Kuning

Natrium Benzoat

20 kg

10 kg

50 liter = 0.05

3 kg

1 kg

1 kg

35.05 kg

3 m

5

Mixer – Dough Feeder

Adonan

35.05 kg

35.05 kg

3 m

6

Dough Feeder – DCM (Dough Compound Machine)

Adonan

35.05 kg

35.05 kg

3 m

7

DCM (Dough Compound Machine) – Laminate Rotler

Adonan

35.05 kg

35.05 kg

3 m

8

Laminate Rotler – Continous Rotler

Lembaran Adonan

35.05 kg

25.05 kg

3 m

9

Continous Rotler – Slitter (Pencetakan Untaian Mie)

Lembaran Adonan

35.05 kg

35.05 kg

3 m

10

Slitter (Pencetakan Untaian Mie) – Steamer

Untaian Mie

35.05 kg

35.05 kg

3 m

11

Steamer – Cutter

Mie Bergelombang

35.05 kg

35.05 kg

3 m

12

Cutter – Fryer

Pemotongan Mie

35.05 kg

35.05 kg

3 m

`13

Storage – Fryer

Minyak Goreng

2 kg

2kg

2 kg

14

Fryer – Coller

Mie Matang dan Keras

35.05 kg

35.05 kg

3 m

15

Storage – Ruang Seasoning

Bawang Putih,

Bawang Merah,

Garam,

Kecap,

Bawang Goreng,

Saos,

Minyak Sayur

2 kg

2 kg

2 kg

2 kg

1 kg

2 kg

11 kg

3 m

16

Coller – Packer

Mie telah dikemas

500 pack

46.05 kg

3 m

17

Ruang Seasoning – Product Conveyor

Bumbu Mie

11 kg

11 kg

6 m

18

Packer – Product Conveyor

Mie telah dikemas

500 pack

57.05 kg

3 m

19

Product Conveyor – Carton sealing Machine

Mie telah dikemas

500 pack

57.05 kg

3 m

20

Carton sealing Machine – Ruang Packing

Mie telah dikemas dengan Kardus

25 kardus

57.05 kg

3 m

21

Ruang Packing – Gedung Finish

Mie telah dikemas dengan Kardus

25 kardus

57.05 kg

3 m

TOTAL

711,9 kg

68 m

2.4.1 FROM TO CHART Perpindahan

2.4.2 From To Chart Jarak

2.5 Tipe layout dan Layout Proses Produksi

PT. Good Noodle ini menggunakan tipe layout produk, yaitu Merupakan suatu tipe tata letak dimana peralatan produksi disusun berdasarkan operasi produksi dari suatu produk. Umumnya digunakan pada produksi masal. Produk layout yang berorentasi urutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. Metode ini menempatkan metode pengaturan dan penataan semua fasilitas produksi yang diperlukan kedalam satu departemen khusus. Disini bahan baku akan dipindahkan dari suatu operasi ke operasi berikutnya secara langsung shingga dapat mengurangi proses pemindahan bahan (yang akhirnya juga berkaitan dengan biaya) dan juga mempermudah pengawasan didalam aktivitas produksinya.

Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Produadalah berikut :

Kelebihan

Kelemahan

1.      Aliran material yang simple dan langsung

2.      Persediaan barang dalam proses yang rendah

3.      Total waktu produksi per unit yang rendah

4.      Tidak memerlukan skill tenaga kerja yang tinggi

5.      Pengawasan produksi yang lebih mudah

6.      Dapat menggunakan mesin khusus atau otomatis

7.      Dapat menggunakan ban berjalan karena aliran material sudah tertentu

1.      Kerusakan pada sebuah mesin dapat menghentikan produksi

2.      Perubahan desain produk dapat mengakibatkan tidak efektifnya tata letak yang bersangkutan

3.      Biasanya memerlukan investasi mesin/peralatan yang besar

4.      Karena sifat pekerjaaanya yang monoton dapat mengakibatkan kebosanan

Pola aliran yang digunakan dalam pabrik adalah pola aliran U-Shaped. Pola ini dipilh karena menempatkan bahan baku dan produk akhir sesuai dengan layout yang telah ditetapkan, untuk mempermudah pemanfaatan fasilitas dan pengawasan keluar masuknya material dari dan menuju pabrik

Warehouse

2.6. Penanganan Bahan

Pembuatan mie instant melalui beberapa proses utama yaitu penuangan bahan tepung ke dalam secrew conveyor, pengadukan (mixing), pembentukan adonan menjadi lembaran (roll-sheeting), pembelahan lembaran menjadi untaian mie (slitting), pengukusan (steaming), pemotongan dan pelipatan (cutting and folding), penggorengan (frying), pendinginan (cooling) dan pengemasan (packing).

mesin secrew conveyor

  1. Mesin Secrew Conveyor

Mesin Secrew Conveyor yaitu untuk mengayak bahan tepung sehingga bebas dari cemaran fisik (kerikil, kutu, benang, dll) kemudian menaikan bahan dari tepung tersebut ke dalam mixer. Mesin secrew berjalan karena adanya conveyor yang digerakkan oleh motor, sehingga tepung akan terhisap ke atas menuju mesin mixer.

  1. (mixing)

Mesin Mixer untuk membentuk struktur gluten sehingga diperoleh adonan yang homogen dan mudah dalam proses pengepresan. Tujuan proses ini adalah untuk mendapatkan adonan yang cukup kadar airnya. Prinsip utama proses pencampuran ini adalah penguraian senyawa protein yang terkandung dalam tepung terigu (zat pati), yang berlangsung secara enzimatis dengan air sebagai media pembantu.

  1. Mesin Press

Pengepresan diutujukan untuk membentuk struktur gluten dengan arah yang sama secara merata dan lembaran adonan menjadi lembut serta elastis. Proses ini merupakan proses pembentuka adonan menjadi lembaran yang menentukan tekstur mie yang dihasilkan karena pada proses inilah terjadi pembentukan struktur gluten.

  1. Mesin Dough Feeder

Mesin Dough feeder digunakan pada kondisi proses pembentukan lembaran (roll- shetting) Tahap pertama pada proses pengepresan adalah penuanganadonan dari mixer yang ditangkap oleh dough feeder. Dough feeder merupakan wadah besar yang menampung adonan sertamengatur banyaknya adonan yang masuk pada roller.

  1. Laminate Roller

Roller pertama yang membentuk adonan mie adalah laminate roller. Laminate roller terdiri dari 1 buah roller saja,dimana pada roller ini mempunyai celah terbesar sehingggalembaran yang dihasilkan juga mempunyai ketebalan terbesarpula.

  1. Continouse Roller

Penipisan lembaran adonan kemudian dilakukan dengan cotinous roller yang terdiri dari 5 buah roller. Roller diatur untukmenghasilkan lembaran dengan ketebalan yang arahnya menipisdari satu roller ke roller berikutnya.Untuk membelah adonan menjadi untaian dengan jumlahsesuai standart.

  1. Slitter

Slitter terdiri dari sepasang roller baja yang42 berlubang melingkari roller yang berjarak dan besarnyasama.Apabila adonan mie yang berupa lembaran dilewatkan roller tersebut maka akan terbentuk untaian mie.

  1. Waving Conveyor dan Steam Box Conveyor

Untaian mie ini akanditerima oleh waving conveyor. Sebelum masuk waving conveyor untaian mie akan melewati alat pembagi untaian (devider) menjadi 5jalur. Pada saat berada dalam waving conveyor juga terjadi penggelombangan mie. Hal itu terjadi karena adanya perbedaankecepatan putaran antara slitter, waving conveyor dan steam box conveyor. Saat mie berada dalam waving conveyor akan terjadipenggelombangan. Hal ini terjadi karena roll slitter berputar lebihcepat dari waving conveyor, sehingga untaian mie akan tertahan danmerapat oleh karena itu terbentuk gelombang mie yang sangat padat.

2.7. Ongkos Material Handling (Pilih Satu Tahap Operasi Saja)

Diketahui :

harga Waving Conveyor : Rp. 25.000.000

umur ekonomis : 5 tahun.

Biaya Listrik adalah Rp. 10.000/ 10 jam,

biaya perawatan Rp. 5.000/jam.

Waving Conveyor berjalan rata-rata 10.000 m perhari,

Asumsikan beroperasi 300 hari/ tahun

upah operator adalah Rp. 10.000/ jam. tentukan biaya persatuan jarak (m),

    • Menentuakan depresiasi dengan menggunakan depresiasi garis lurus
    • Jarak angkutan tiap jam adalah

    • Total biaya = Biaya (maintenance + Listrik + depresiasi + operator):

Ongkos Material Handling (OMH/ M)

BAB III

PENUTUP

    1. Kesimpulan

PT Good Noodle Tbk merupakan produsen mie yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan berdiri di Indonesia pada tahun 1995 oleh Fauzi Amin. Pabrik Good Noodle bertempat di Jl. Pemuda No. 35. Perusahaan ini memproduksi mie instan yang diberi merk “Mie Enak”. Dari hasil analisis pemilihan lokasi yang telah dilakukan, diperoleh tabel bobot skor dengan hasil terbesar yaitu di kota Semarang (65,35), sehingga dipilih kota Semarang untuk lokasi didirikanya pabrik. Perusahaan ini menggunakan layout produk berbentuk U untuk mempermudah dalam proses produksi dan perpindahan bahan serta penggunaan alat yang lebih ekonomis. Dari hasil perhitungan terhadap ongkos material handling diperoleh nilai sebesar Rp 17,667 m/jam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s