jurnal (pikiran kintamani kecil)

dimanakah kamu berada ? apakah di antara kabut tebal yang menutupi jalan ini, di antara kelengangan jalan jalan di kintamani, di antara pure yang tertutup kabut, di antara senyum anak kecil dengan baju ibadahnya yang membuatnya terlihat sangat kecil.

 
masih sangat siang ketika kamu tersadar kalau kamu sebearnya harus berada di antara kota dan bukan di antara pegunungan kintamani yang mulai menanjak dan sudah jauh dari pom bensi terakhir untuk sekedar mengisi bahan bakar dan kamu harus di hadapkan pada sebuah teori konspirasi geografis dari para penjual bensin eceran, bukan masalah harga, warga disini tidak berminat untuk menaikan harga eceran dari harga standart di jawa, tetapi mereka lebih suka mengurangi takarannya lebih parah daripada di jawa, membuat 2 liter serasa cuma 1,5 liter dan benar saja itu hanya cukup untuk beberapa kilo kedepan.
 
apa yan sebenarnya tersembunyi di antara kabut ini, serasa kembali ke jawa dimana sering sekali di  jumpai jalanan di dataran tinggi yang memiliki pohon besar dan kabut yang gila, mengingatkan pada perjalanana dari dampit (malang ) ke piket nol (lumajang) yang sanat indah. kecuali untuk pure-pure di tengah hutan yang membuat sudasana menjadi sangat seram, perjalanan ini sangat parah untuk faktor dingin dan kabutnya.
 
terakhir kali berada di antara kabut, yang berlarian di kabut adalah gadis berkulit putih yang hanya memiliki tinggi 150 an cm dan dia tersenyum memamerkan giginya yang juga putih, tapi kali ini anjing kecil lah yang berlarian di antara kabut, dengan wajah yang lebih tak berdosa dari wanita manapun, dan lebih membuatku luluh, saya berhenti di sebuah tukang bakso yang telah berhasil memastikan dia hanya menjual bakso daging ayam, dan tanpa perlu dia menyakinkan, dia berhasil membuat sambal yang proporsional dengan suhu darah pegunungan dan porsi yang hampir sama dengan di malang.
 
seberapapun kamu telah menemukan dirimu di antara kota kota wisata yang membuat orang disana menjadi congkak, kamu tetap akan menemukan keramahan lokal ketika kamu memperlakukan mereka sebagai saudara, dan kamu tak akan pernah tau bagaimana mereka memanfaatkanmu ketika kamu memperlakukan mereka seperti penjual dan kamu adalah pembeli, tapi satu hal yang dapat kupastikan, terkadang anjing lokal lebih jahat dan antisipasif daripada orang lokal.
 
di kintamani kami menemukan banyak sekali anjing putih “kintamani” yang membuat siapapun yang menyukai hewan dan tidak phobia atau takut anjing merasakan kedamaian disini, anjing disini agak malu malu, walau mereka pada dasarnya memiliki nilai komersil yang bagus, 400 ribu rupiah untuk anjing kintamani kecil, kamu dapat mendapatkannya seharga 8ratus ribu jika kamu touris dan loyal, tetapi kamu bisa saja mendapat 150 ribu per ekor jika kamu baik terhadap pemilik nya, disini tidak ada pet shop yang khusus menjual anjing, tetapi kamu harus susah susah mencarinya dari warga yang sedang berkebun, karena anjing kintamani pada dasarnya di gunakan untk menjaga kebun.
 
yang terbaik ketika kamu berada di bali adalah, kamu berada di gunung agung nya, tetapi kalau kamu tak sempat, “high way” kintamani yang masih sering hujan, adalah pilihan terbaik
 
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s