PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI FILLET IKAN BEKU

DosenPengampu: IkaAtsariDewi, STP, MP.

 Image

 

 

 

 

 

Oleh:

 

 

ADHA DWI PUJO WASKITO                              (105100301111027)

ADHI PRADANA PINASTHIKA                         (105100301111035)

SATRIA AGUNG TUNAS MAHARDIKA          (105100301111015)

        DANANG  PRIAMBODHO                                   (105100300111039)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  LatarBelakang

Komoditassumberdayaperikanan di Indonesia sangatlahpotensialhalinidibuktikandengan data badanpusatstatistiktahun 2011 yang menyatakanbahwa data perikanantangkaptahun 2011 adalah 8,883 juta ton, sehinggamemungkinkansekalijikadidirikansuatuperusahaanpengolahanikankarenabahanbakumudahdidapatkan. Bahanbakuuntukproduk fillet ikanbekudidapatkandariperairanselatbali-banyuwangi yang dikenalsebagaidaerahpenghasilikandengankualitas yang cukupbagus. Selainitubahanbakudapatjugadiperolehdariperairanmaduradandaerahsekitarnyasepertiprobolinggo, ngunut, tulungagung, dll. Selainitujuga di daerahlamonganmerupakandaerahpotensialpenangkapanikan.Pangsapasaruntuk fillet ikaninimayoritasditujukanuntukpasarlokalterutamauntukkonsumenpenyediarestoran, hotel danpadatempatbelanjaatau supermarket.

Teknologi yang digunakandalampembekuanikaniniyaitumemnggunakanalat yang dinamakan air blast freezer tujuannyauntukmembekukanikandengan proses yang cepatdengancarapenyemprotanudaradinginkedalambahan yang ingindibekukan. Teknologiinisudahumumdigunakankarenasudahterstandarolehbadanpengawasanpangandunia.Sebelumnyapembekuanikandilakukandengancarameletakkannyapada plate pendingindenganmenggunakanbantuanamoniadalam proses pembekuannya. Akan tetapihalinisudahdilarangkarenadampakatauefek yang ditimbulkandaripemakaianzatamoniasangatlahberbahayabagitubuhmanusia.

            Adapunkendaladanpermasalahan yang timbuldalamindustri fillet ikankakapmerahtersebutyaituketersediaanbahanbaku yang sifatnyamusiman, jadiuntukmemenuhipermintaanpasar yang begitubesarbelumtentubahanbakutersedia. Untukmengatasipermasalahantersebutstrategi yang digunakan agar permintaankonsumendapatdipenuhidenganbaikyaitudenganmenyetokbahanbakuselamamusimlaludisimpandalam storage/chilling room. Hal iniditujukanuntukmenghindariketersediaanbahanbaku yang kurangjikapermintaanmeningkat. Selainitupengadaanbahanbakudariluarjawajugasangatdiperhitungkanhalinidilakukanjikakomoditi di jawatimurmengalamipenurunan.

1.2  Ruanglingkup

Fillet ikan yang diproduksiikankakapmerah.Aspek yang akandikajidalamperancanganproyekindustri fillet ikanbekuiniyaitubagaimanamelihatpotensiproduksertabagaimanamendirikansuatuproyek yang didasariataspenataansistem yang baik.

 

1.3  Tujuan

Tujuandariperancanganproyekindustri fillet ikankakapmerahiniyaituuntukmembangunsuatuindustri fillet ikanbekusebagaiproduk market leader yang memilikikualitas yang terbaik demi kepuasankonsumenluarmaupun

domestik.

BAB II

KONSEP PRODUK

 

 

2.1  KarakteristikProduk

 

Fillet ikankakapmerahproduksimemilikikualitas yang sangatbaikkarena di ambildariperairan Indonesia yang minim kontaminasisehinggaterbebasdaricemaran yang dapatmenimbulkanbahayabagikesehatan. Produk fillet ikankakapmerahmemilikikenampakan yang sangatsegarkarenabahanbaku yang didapatkanlangsungdariperairantangkap yang masihsegar. Pada proses produksi fillet ikankakapmerahhal-hal yang berkaitandengankontaminansangatpentinguntukdiperhatikanuntukmemberikanpelayananproduk yang berkualitaskepadakonsumen. Untukmenghindarikerusakanpadaproduk fillet ikankakapmerahdilakukanpenangananyaitudengancaramengujibahanbakuterbebasdaribakteridankandunganlogampadaikan.

 

Ikankakaptercatatsebagaisalahsatumakanansehat yang sangatbaikuntukdikonsumsisekalidalamseminggu.Konsumsiikanmerupakansumber omega 3, vitamin, dan mineral yang sangatbermanfaatbagikesehatantubuhsecaraumum.Ikankakapsendiri kaya dengankandungan vitamin D dan riboflavin atau vitamin B2, yang membantutubuhmembakarasam amino, asamlemak, dankarbohidrat. Informasigiziuntuk 140 gram fillet kakapmengandung 218 kalori, atausekitar 11 persendarinilaigiziharian yang direkomendasikanberdasarkan diet 2.000 kalori per hari.Kandungankaloridalam fillet kakapterdiridari 192 kalori yang bersumberdari protein dan 16 kalorilainnyaberasaldarilemak.Tidakadakandungankarbohidrat.Sebagaimanakebanyakanikanlainnya, kakapmerupakansumber protein yang sangatbaik.Fillet kakapseberat 140 gram mengandung protein 44.7 gram.

 

Produk fillet ikankakapmerahinimemilikinilai 7 untuk organoleptic berdasarkanstandar yang ditentukanoleh SNI.Jenis fillet ikan yang diproduksimemilikiduajenisyaitu fillet dengankulit (skin on) dan fillet ikantanpakulit (skinless). Keduanyaberasaldaribahan yang samahalinidisesuaikandenganpermintaankonsumenterhadap fillet ikankakapmerah. Untukmencegahkerusakanorganoleptikpadaprodukhal yang dilakukanadalahdengancaramembekukanprodukpadasuhu -18oC.

 

2.2 Kemasan

 

Kemasanproduk fillet ikankakapmerahmenggunakanplatik HDPE yang dibedakanmenjadi 2 jenisyaitu individual pack dan box pack. Individual digunakanuntukproduk yang akandipasarkanke supermarket atauswalayan, kemasan individual pack dikemasdengancaravacuum sehinggameminimalkanrisikokerusakan. Sedangkanuntuk box pack digunakanuntukkonsumen yang memilikiusaharestoatau hotel ataupadasaatimporke Negara lain..

 

 

2.3  Keunggulandankelemahanproduk

 

2.3.1  Keunggulan

 

Keunggulandariproduk fillet ikankakapmerahiniadalahkualitasnyaterjamin, memilikikenampakanfisik yang segarkarenadiambillangsungdariperairantangkap yang tidaktercemarolehlimbahmaupunmikroorganismepenggangguseperti salmonella, dan coliform.

 

2.3.2  Kelemahan

 

Kelemahanproduk fillet ikankakapmerahadalahsifatnyamusiman, sehinggapermintaan yang sangatbanyakkadang-kadangtidakterpenuhikarenakeberadaanikanbersfatmusiman.Selainituharga fillet ikankakapmerahsewaktu-waktudapatberubahkarenaketersediaanbahanbaku yang musimanberdampakpadakenaikanhargabahanbaku yang diambildarisuplier.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PASAR DAN PEMASARAN

 

 

3.1       Segmenting, Targeting dan Positioning

3.1.1    Segmenting

 

Produk filet ikankakapmerah yang akan kami pasarkanbersegmentpadakalangantingkatatas, karenaproduk filet ikankakap kami kirimpadausaha-usaharestorantserta hotel-hotel.Selainitujugaakan di pasarkanpadaswalayan-swalayan yang menjualbahanmasakandengankualitasikan yang baik. Jenisprodukikansangatbaikbagimasapertumbuhan, untukmengkonsumsiikantidakmengenalumursehinggaikandapatdikonsumsiolehberbagaitingkatanusiadarianak-anakhingga orang dewasa. Karenaikanbanyakmengandung omega 3, vitamin serta mineral yang dibutuhkanbagitubuh.

 

3.1.2    Targeting

 

Untukpenjualan filet ikankakapmerahditargetkanpadausaharestorantdan hotel yang sangatmemperhatikankualitasdancitarasadarimasakan yang berbahanbakuikan, sertaswalayan-swalayan yang menjualbahanmasakan.olehkarenaitu di butuhkanikan yang berkualitastinggi.Sedangkankualitasdagingikandariperusahaan kami tidakperludiragukanlagikarenatelahmelaluiberberapatahappemrosesan yang di jagaketat.

 

3.1.3    Positioning

 

Pemasaranproduk filet ikankakapmerahpadaperusahaan kami menempatkanpadaposisi leader, karenaproduk kami memilikikualitastinggi yang di kerjakansecaraketatdandilakukanolehparaahli di bidangnya. Produk kami jugamampubersaing di pasarandenganproduk-produk lain.

 

3.2 PotensiPasar

Kosumsi protein yang baikmerupakandambaanbagisemua orang.Setiapharisemua oaring pastilahharusmemenuhi target konsemsi protein. Protein dapatdiperolehdariberbagaisumberpanganantaralainikan. Misalkanikankakapmerah yang mempunyaikandungan protein yang cukuptinggi, sehinggadapatmemenuhikebutuhanhidupseseorang.Padadasarnyadalamhidupsetiapmanusiasangatlahpentingdalammentukanasupan protein yang baik.Karenadengan protein yang cukupmakakesehatanubuhakanlebihterjaga. Tidakadalagilemas yang disebabkanolehkekurangan protein.Dengankebutuhan protein yang terpenuhimakatidakadalagilemasdankelelahan yang dikarenakankekurangan protein.

Dilihatdarikandungan protein yang cukupbesarbagitubuhsertakesadaranmasyarakan yang cukuptinggi aka kesehatanmakaikankakapmerahsangatlahlayakuntukdijadikanrujukanuntukdikosumsigunamencapaikebutuhan.Dilihatdarikebutuhannya, potensipasardariikankakapmerahsangatlahbesardankondisinegarainijugasangatlahmendukung.Olehkarenaitusangatlahberpeluanguntukdijadikansutu industry yang menyediakandagingikankakapmerahataufiilet.

Keunggulanprodukiniadalah fillet memilikinilaikepuasan yang cukupbanyak, dilihatdaribahannya yang terbuatdariikankakap yang segardanterhindardarikontaminan yang dapatmerusakkesehatan. Selainitu, fillet kakapmerahinisudahterjamindaribeberapadepattementerutamdaridepartemenkesehatan yang telahmenjaminbahwaprodukiniamanuntukdikonsumsihalinidilakukan demi meningkatkankredibilitasproduk.Untukmeningkatkankeunggulanmutudariprodukiniakandilengkapikemasan yang menariksehinggakonsumenakantertarikuntukmembelinya.

 

3.2.1 KesenjanganProduksidanKonsumsi

            Dilihatdarimanfaat yang cukupbesarmakadapatdiasumsikanbahwapermintaan fillet ikankakapmerahsangatlahbesar.Sehinggaharuslahdiperlukanpengetahuanbagaimanamanajemententangpermintaansertaproduksi.Dalamsetiapproduksiakandipengaruhiolehpermintaanataukonsumsi. Kosumsi yang banyakakanmempengaruhiproduksi yang banyak pula. Pabrikiniakanmemperkirakanseberapabanyakbahanbaku yang akandiproduksidanseberapabanyakpermintaanataukonsumsi yang akandatang. Dengankeadaandemikiankemungkinanuntuktidakdapatmemenuhipermintaanataukonsumsiakanterminimalisir.

 

3.2.2 EkspordanImpor

Dalamhaleksporproduk fillet initentunyamemilikibanyakkendala.Terutamadalamhalpersainganinternasional.Srategi yang harusdilakukanoleh hamburger ketanyaitudenganmelakukanperjanjiandengandengannegara-negara yang akandijadikan target pasar. Tentunyadenganmemastikankualitasproduk fillet yang berbahanikankakapmerah yang belumtentuada di negara lain. Untukpengemasandilakukandenganmengirimkandenganstandarsesuaipemesan, produkinisebelumdikirimdikemasdalamkontainerpendingin.Pengirimannya pun diusahakancepatsampaipadanegaratujuan agar terjagacita rasa produk.MenurutPemasaraninternasional yang merupakankeadaansuatuperusahaandapatterlibatdalamsuatutransaksibisnisdengannegara lain, perusahaan lain ataupunmasyarakatumum di luarnegeri. Transaksibisnisinternasionalinipadaumumnyamerupakanupayauntukmemasarkanhasilproduksi di luarnegeri.Dalamhalinimakapengusahaakanterbebasdarihambatanperdagangandantarifbeamasukkarenatidakadatransaksieksporimpor. Denganmelaksanakankegiatanproduksidanpemasaran di negeriasingmakatidakterjadikegiataneksporimpor.Produk yang dipasarkandapatberupabarangdan/ ataujasa.

Transaksiinidapatditempuhdenganberbagaicarayaitu Licencing, Franchising, Management Contracting, Marketing in Home Country by Host Country, Joint Venturing, Multinational Coporation (MNC). Dalamtahapperkenalanini kami belummentargetkanuntukmemasarkanprodukkeluarnegeri.Padasaatini kami memfokuskanuntukmemantapkansistemmanajemen kami terlebihdahulu.Baikitumanajemenpengadaaanbahanbaku, pemasaran, dansumberdayamanusia. Ketikasemuanyasudahterbentukdenganbaikdan kami mempunyaipelanggan yang banyaksertadapatmenguasaipasarnasional.Makaprodukbarudipasarkankepasardunia.

3.2.3 Trenataukecenderunganpolakonsumsi

            Berdasarkan survey yang telahdilakukanolehBadanStatistikNasionalmenunjukkanbahwakosumsiikan yang sangatmeningkattiaptahunnyasampaipadatahun 2011 masyarakanmengkonsumsi 8,883 juta ton. Dari data tersebutdapatkitasimpulkanbahwakecenderunganpolakosumsisangatlahmeningkatdaritahunketahun.Polakonsumsiinikontinu.Makadariitudapatdikatakanbahwapendirianpabrikinisangatlahberpotensikarenapasar yang menginginkanproduk yang banyak, dandapatdikatakanmakin lama pabrikiniakansemakinberkebangkarenapermintaan pun jugaakansemakinbertambah.

 

3.3  Strategipemasaran

 

3.3.1  Place

Place adalahbauranpemasaran yang jugatidakkalahpentingnyakarenadengantempat yang strategisinidapatmenentukanposisipersaingandantempat yang strategispasti yang menang. tempatstrategisselaindiposisikandekatdenganpasaratau customer melainkan pula dapatdiposisikandekatdenganbahanbakuataupemasok. Dalammenentukantempat yang strategis.

            Perusahankakap filet inimengambillokasitempatproduksi yang dekatdenganbakanbakuyaitudaerahjember, yang terletak di daerah pesisir, pemilihan lokasi sendiri bertujuanuntukmengurangi cost yang dihasilkandarimatrial handling sertamengurangiwaktuinapbahansehinggatetapmenjagakwalitasbahan, sertadekatdenganjalurdistribusiseihinggamempermudahdalamimprt product denganjalurlaut.

 

3.3.2  Product

Di era pemasaran yang banyak persaingan pada masa ini, keupayaan mengemukakan produk yang lebih kompetitif sangat penting sebagai strategi pemasaran. Melalui penggunaan teknologi dan kepakaran yang tinggi, pengeluar boleh menghasilkan produk yang berkualiti, namun untuk memiliki kelebihan kompetitif dikalangan pesaing, ianya memerlukan berbagai inisiatif tambahan oleh pemasar.

            Product filet kakap yang di produksi secara umum menghasilkan product yang segar dan higinis serta memiliki standart mutu kelayakan, serta kontinual ada di setiap musim yang di dukung dengan kerja sama yang kuat dengan pemasok ikan kakap dari beberapa daerah menyebabkan product secara kontinual memiliki kawalitas yang seragam dan selalu dapat memenuhi pasokan pasar. 

 

3.3.3  Promotion

`Promotion adalahbauranpemasaran yang cukupsignifikankarenadengan promotion inidapatmengenalkanprodukbarukepadapelanggansertadapatmeningkatkanbrand awarenesspelanggan yang nantinyaakanmeningkatkarepeat buyingsuatproduk. dimanabisamelakukan promotion secara above the line melalui media premium sepertiiklan di tvdan radio sertamajalahatausecara below the line melaluiselebaran poster dan event marketing.

            Promosi dilakukan dengan menggandengan para konsumen dari luar negeri yang membuthkan ikan kakap merah, setelah kerja sama terbentuk promosi berubah menjadi pelayanan yang baik dan berkelanjutan sehingga menjadi kan product kakap filet memiliki nilai plus di konsumen dan meningkatkan nilai prectis dari perusahaan, sedangan untuk konsumen domestik sendiri promsi dilakkan dengan bekerja sama dengan konsmen ptensial seperti pemiliki restauran, hayper mart dan pasar penjual ikan lainnya.

 

3.3.4  Price

Umumnya, menjadi fahaman bahawa harga melambangkan kualiti produk. Tetapi, dalam realiti pemasaran fakta tersebut tidak semestinya betul untuk dijadikan asas perletakan harga yang strategik.Strategi penetapan harga menjadi penting di atas kesedaran pemasar bahawa faktor harga berperanan dalam mempengaruhi pengguna untuk membeli dan kekal sebagai pelanggan sesuatu produk. Di masa yang sama penetapan harga mesti berasaskan kepada objektif yang hendak dicapai daripada pemasaran itu sendiri.

Dengan penempatan lokasi yang perusahaan yang dekat dengan tempat produksi dan jalur distribusi dapat meminimalisasi cost yang dapat mengurangi harga produk, sehingga dapat dari harga dapat menyesuaikan dengan pasaran, dengan tujuan mendapatatkan price yang optimal serta menyesuaikan dengan permintaan konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGIS

 

 

 

4.1  Penentuan Lokasi

Lokasi penting bagi perusahaan, karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan dan menentukan kelangsungan hidup perusahaan tersebut.Penentuan lokasi yang kurang tepat merupakan salah satu penyebab perusahaan beroperasi secara tidak efisien dan efektif, sehingga biaya operasi menjadi tinggi.Oleh karena itu dalam penentuan lokasi suatu industri diperlukan suatu pengkajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas dari industri tersebut. Lokasi suatu industri sangat dipengaruhi oleh strategi pemerintahan, letak sumber bahan baku, daerah pemasaran, serta faktor lingkungan.

Dalam menentukan lokasi industri fillet ikan kakap merah ini jarak bahan baku menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan agar memudahkan dalam pengadaan bahan baku ikan kakap merah segar. Pemilihan lokasi di kabupaten Jember merupakan suatu strategi penetapan lokasi karena potensi sumber daya perairan di kabupaten Jember memiliki kualitas yang sangat baik.Secara geografis Kabupaten Jember mempunyai wilayah laut yang cukup luas dan membentang di sepanjang Pantai Selatan Jawa atau Samudra Indonesia dengan panjang pantai kurang lebih 170 km. Sedang luas perairan Jember yang termasuk ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) kurang lebih 8.338,5 km2, dengan potensi lestari sebesar 40.000 ton per tahun..

 Selain itu Jember memiliki pelabuhan yang dapat dipergunakan untuk sarana transportasi apabila mengadakan bahan baku dari luar daerah kabupaten jember. Oleh karena itu sangat tepat jika kabupaten Jember menjadi lokasi dalam pendirian industri fillet ikan ini. Selain itu penentuan lokasi juga harus memperhatikan jarak dengan pasar agar memudahkan dalam transportasi produk yang akan dipasarkan kepada konsumen. Pada penetapan lokasi di kabupaten Jember sebagai lokasi pendirian pabrik fillet ikan kakap sudah tepat karena Jember memiliki pelabuhan-pelabuhan dan dekat dengan Bali dan Surabaya jika menggunakan transportasi udara untuk mengirmkan produk ke beberapa tempat di Indonesia maupun mencanegara. Ketersediaan infrastruktur di kabupaten Jember sudah cukup memadai karena ditunjang dengan fasilitas yang mendukung diantaranya ketersediaan lahan dan jalan raya yang menghubungkan antar kota.

4.2  Perencanaan kapasitas produksi

            Untuk menentukan kapasitas produksi tahap awal yang dilakukan yaitu dengan mengetahui target pasar untuk memasarkan produk tersebut. Target pasar produk fillet ikan kakap merah ini yaitu pasar lokal dan ekspor. Untuk pasar lokal sebagian besar hanya memenuhi permintaan para konsumen yang membutuhkan untuk keperluan bahan baku menu makanan restoran maupun hotel. Terdapat juga celah pasar untuk produk fillet ikan ini yaitu dengan memasarkan produk ke tempat pusat perbelanjaan atau supermarket. Sedangkan untuk target pasar ekspor untuk produk fillet ikan kakap merah ini yaitu dengan memenuhi permintaan konsumen dari Negara kawasan Asia sperti Vietnam dan Filipina.

            Dengan mengetahui target pasar yang telah ditentukan maka kapasitas produksi fillet ikan kakap merah dapat direncanakan dengan baik. Untuk memenuhi permintaan konsumen pada transformasi produksi produk fillet ikan kakap merah dilakukan secara terus-menerus selama masih terdapat populasi ikan kakap merah di perairan.Tujuannya yaitu untuk menghindari kelangkaan produk yang tidak sebanding dengan banyaknya permintaan konsumen, selama produk masih dalam batas aman umur simpan yang telah ditentukan.

            Kapasitas produksi perusahaan fillet ikan kakap merah ini rata-rata dalam setahun mencapai 20.000 ton yang terbagi atas pasar lokal dan ekspor. Untuk menjalankan produksi 20.000 ton/tahun maka dibutuhkan sumber daya yang menunjang keberlangsungan aktivitas produksi, sumber daya tersebut antara lain yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan finansial. Sumber daya alam untuk produksi fillet ikan kakap merah ini hanya memanfaatkan sumber daya perairan Indonesia antara lain perairan Jember, Tuban, Banyuwangi, Situbondo, Balikpapan dan lain-lain. Sedangkan untuk sumber daya manusia dalam mendukung produksi fillet ikan kakap merah ini yaitu dengan mengandalkan tenaga kerja bulanan dan kontraktor.Untuk tenaga kerja kontraktor tersebut diadakan untuk mengatasi permintaan produksi yang meningkat pada waktu tertentu saja.Selanjutnya yaitu aspek pendukung finansial modal yang digunakan berasal dari peminjaman yang dilakukan melalui bank dan dukungan finansial oleh para investor.

 

 

 

 

4.3 Bahan Baku

4.3.1 Analisis kebutuhan dan supply bahan baku

Kualitas bahan baku sangat menentukan kualitas produk yang dihasilkan. Bahan baku dengan kualitas yang baik tentunya akan menghasilkan produk yang berkualitas baik pula. Sehingga pemilihan pemasok bahan baku menjadi hal yang sangat penting dalam proses produksi kami. Karena itu, kami memilih supplier yang dapat dipercaya yang memberikan kualitas bahan baku yang baik serta menawarkan harga yang murah dan sesuai. Kami mendatangkan produk ikan dari perairan selat bali-banyuwangi yang terkenal sebagai daerah penghasil ikan dengan kualitas yang cukup baik. Selain itu bahan baku juga kami datangkan dari perairan Madura dan daerah sekitarnya seperti probolinggo, ngunut, tulungagung.

 

4.3.2 Rencana dan strategi pengadaan bahan baku

Bahan baku ikan didatangkan dari supplier yang telah lama menjadi pelanggan kami. Bahan baku dipesan pada saat ada permintaan dari pelanggan. Jika pada musim banyak ikan, kami tetep memesan ikan meskipun tidak ada permintaan. Ini kami lakukan untuk menyediakan bahan baku pada saat musim sulit untuk mendapatkan ikan. Ikan yang diperoleh disimpan pada cold storage agar produk dapat bertahan lebih lama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.4  Proses Produksi

4.4.1  Diagram alir kualitatif proses produksi fillet ikan kakap merah beku

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.4.2  Diagram alir kuantitatif proses produksi fillet ikan kakap merah beku

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.5 Kebutuhan mesin dan peralatan

 
   

Cold Storage Room

 

Ruangan yang digunakan untuk menyimpan produk-produk  yang telah dibekukan dalam suhu rendah yaitu dibawah -180 C dengan kapasitas 300 ton dengan jumlah 3.

  • Air Blast Freezer (ABF)

 

 

 

 

 

 

 

Pembekuan produk dengan udara dingin, dalam hal ini terjadi perpindahan panas secara konveksi dari refrigerant didalam pipa-pipa (koil) evaporator yang dihembuskan dengan bantuan fan (kipas angin) berkekuatan besar. Kapasitas yang dapat ditampung mesin air blast freezer adalah 5 ton.

 

  • Timbangan Digital

 

 

 

 

Timbangan digital terbuat dari stainless steal. Timbangan digital ini memiliki kapasitas 10 kg.

 

  • Metal Detector

 

 

 

 
   

Metal Detector merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi logam setelah pengemasan.Metal detector ini terbuat dari stainless steel yang dilengkapi dengan sensor infra red.

 

  • Kereta Dorong

Digunakan untuk mengangkut bahan baku ikan. Alat ini mempunyai kapasitas 200 Kg Kereta dorong ini berukuran panjang 120 cm, 80 cm, dan 50 cm.

  • Long Pan

 

 

 

 

 

Long pan digunakan sebagai tempat ikan yang akan dibekukan. Long pan ini berbentuk balok dengan ukuran p = 51 cm, l = 32 cm dan t = 10 cm dengan kapasitas 5 kg.

 

 

 

  • Rak Pembekuan

 

 

 

 

 

 

 

Rak ini berfungsi sebagai tempat long pan pada proses pembekuan. Rak ini terdiri dari 12 tingkat. Rak ini mempunyai 4 roda yang mempunyai fungsi sebagai mempermudah proses pemindahan. Rak pembekuan mempunyai panjang 96 cm, lebar 98 cm dan tinggi 160 cm dengan kapasitas total 360 kg.

 

4.6  Tata letak pabrik

4.6.1  Tipe tata letak fasilitas

Tata letak perusahaan fillet ikan kakap merah dibagi menjadi beberapa bagian yaitu kantor, bangunan pabrik, dan asrama (mess) karyawan. Bangunan pabrik meliputi Ruang produksi A, ruang produksi B, ruang penerimaan, ruang ganti karyawan, ruang kosong, dan ruang mesin atau teknik. Tata letak fasilitas produksi di ruang produksi fillet ikan kakap merah memiliki jenis tipe produk yaitu process layout, yaitu merupakan penyusunan fasilitas produksi (mesin-mesin) dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama diletakkan pada tempat tertentu. Keuntungan dari tipe process layout ini antara lain perencanaan dan pengendalian produksi akan mudah dilaksanakan, pemindahan material lebih lancar dan sederhana, serta waktu dapat dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan. Akan tetapi tipe process layout ini memiliki kelemahan yaitu Idleatau delay yang sering dijumpai dalam process layout karena banyak terjadi penumpukan untuk masuk ke tahapan atau proses selanjutnya. Namun dengan adanya fasilitas-fasilitas yang ada pada ruang produksi fillet ikan kakap merah perusahaan tidak akan kesulitan ketika terjadi permintaan ekspor yang tinggi pada salah satu produk (misalnya ikan fillet beku) hal ini dikarenakan fasilitas yang memiliki fungsi sama sehingga ruang produksi ikan teri nike dapat digunakan untuk melakukan proses produksi produk lain.

 

4.6.2  Analisis aliran bahan

Proses aliran bahan merupakan aliran yang diperlukan untuk memindahkan komponen-komponen produksi mulai dari awal proses dilaksanakan sampai akhir proses menurut lintasan yang dianggap paling efisien. Pola aliran bahan yang digunakan dalam produksi fillet ikan kakap merah ini yaitu menggunakan aliran bahan dengan tipe U-shaped.Pola aliran menurut U-Shaped ini akan dipakai bilamana dikehendaki bahwa akhir dari proses produksi akan berada pada lokasi yang lama dengan awal proses produksinya. Hal ini akan mempermudah pemanfaaatan fasilitas-­fasilitas transportasi dan juga sangat mempermudah ­pengawasan untuk keluar masuknya material dari dan menuju pabrik.

 

4.6.3  Alokasi area

Dalam menentukan alokasi area pabrik fillet ikan kakap beku ini luasan lokasi yang dipakai yaitu 800 m2. Area tersebut terbagi atas storage, ruang produksi, ware house, ruang karyawan, ruang manajer dan kebutuhan fasilitas pendukung lainnya. Disamping itu juga terdapat area seluas 200 m2 yang digunakan sebagai lokasi tambahan jika terjadi perluasan lokasi yang diakibatkan peningkatan volume produksi fillet ikan kakap merah beku.

 

 

BAB V

ASPEK LINGKUNGAN

 

5.1 Konsep dan Rencana Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan lingkungan merupakan Merupakanupayaterpadudalampenataan,  pemanfaatan, pengembangan,  pemeliharaan, pemulihan, pengawasandanpengendalianLingkunganHidup (UU No.32/2009 pasal 1). Adanya pembangunan proyek, maka akan berpengaruh pula terhadap lingkungan hidup. Untuk mencapai hal tersebut maka perlu ditempuk cara-cara sebagai berikut:

  1. Memperhatikan kemampuan daya dukung lingkungan lokasi proyek dan alam sekitar.
  2. Mengelola penggunaan sumber daya secara bijak dan merencanakan, memantau dan mengendalikan secara bijaksana.
  3. Memperkecil dampak negatif dan memperbesar damapak positif.

 

Proses pembangunan suatu proyek, para pimpinan proyek harus memperhatikan prosedur dan perudangan yang mengatur kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan bertindak sebagai wakil pemrakarsa proyek. AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) merupakan hasil studi mengenai dampak kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak lingkungan hidup. Tujuan pengelolan lingkungan dan AMDAL diataranya sebagai berikut:

  1. Mencegahdampakmelaluipengaturantataletak&rancangbangunproyek.
  2. Menanggulangi, meminimisasi,mengendalikandampak yang timbul.
  3. Meningkatkandampak (+) bagipemrakarsa&masyarakatdanmengeloladampakpositif.
  4. Kompensasibagi SDA danunsurlingkunganyang tidakdapatpulih, hilangataurusak.

 

Salah satu bagian AMDAL adalah penyusunan RKL (rencana Kelola Lingkungan) dan RPL ( Rencana Pemantauan Lingkungan). Tujuan utama dari penyusunan RKL dab RPL adalah untuk memperkecil dampat negatif dan memeperbesar dampak positif yang disebabkan oleh proyek. AMDAL, RPL, RKL harusnya disiapkan dalam satu paket yang utuh sehinnga terdapat kesinambungan dalam mengkaji, menyimpulkan permasalahan serta merencnakan pengelolaan dampak lingkungan yang bersangkutan. RKL mempunyai sifat dan karateristik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Terkait/ konsistendokumen ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan).
  2. Sebagaipedomandalampengelolaanàsebagaipokok-pokokarahan.
  3. Bersifatfleksibel(karenadampaklingkunganmerupakansesuatu yang  tidakpasti).

 

Penanganandampak (diprediksidalamdokumen ANDAL) àsalahsatu/ beberapapendekatan, yaitu:

  1. a.    PendekatanTeknologi
  2. b.    PendekatanSosialEkonomi
  3. c.    PendekatanInstitusi/Kelembagaan

 

Parameter-parameter yang digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan antara lain sebagai berikut :

  1. a.    Parameter kimia

Parameter kimia meliputi CO2, pH, alkalinitas, fosfor dan kadang aktifitas berat.

  1. b.    Parameter biokimia

Parameter biokimia meliputi BOD (biochemical Orxygen Deman), yaitu jumlah oksigen yang terkandung atau terlalur di air. Cara pengukuran BOD adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennnya selama 5 hari dan kemudian diukur kembali kadungan oksigennya, BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemaran organik. Di air yang normal dan alami, kadar pH adalah 6,5 – 8,5. Keasaman air dapat iukur dengan kertas lakmus. Contoh lain adalah kandungan oksifen d dalam air minum tidak boleh kurang dari 3 ppm.

 

 

 

  1. c.    Parameter fisik

Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kejernihan dan kandungan bahan radiokatif.

  1. d.    Parameter biologi

Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya bahan organk/mikroorganisme seperti bakteri coli, virus, bentos dan plakton. Organisme yang peka akan mati di lingkungan air yang tercemar.

Sumber-sumber pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Alami : Letusan Gunung, bencana banjir, angin topan dll.
  2. Buatan : Air buangan rumah tangga, Sarana industri, Bermacam macam bahan galian, Aktifitas Pertanian, dll.

Bahan yg dapat menimbulkan keracunan:

ü  Bahan kimia yg bersifat racun: logam berat, pestisida,dll

ü  Berasal dari tumbuhan: singkong, jengkol, cendawan, ganja, gadung dll

ü  Berasal dari hewan: ular , kalajengking, lebah

 

5.2  PengelolaanLingkungan

5.2.1  Penangananproduksamping

Produksampinganpadaproduksi fillet ikankakapmerahbekuyaituterdapatpadadarilimbahpadat.Limbahpadatdihasilkandarisisapemotongansaatdilakukan proses pemfilletansepertikepalaikan, tulangikan, sisikdansiripikan..Penangananproduksampingyang dihasilkandarilimbahpadatinikemudiandikumpulkandenganmengelompokkanberdasarkansisapotongan-potonganbagiantubuhsetelah proses pemfilletan. Untukproduksampingberupakepalaikanbiasanyadijualkepadaparapengepuluntukdijadikanbahanbakumakanan yang masihmembutuhkankepalaikansebagaibahannya. Kemudianuntuktulang, sisikdansiripdijualkepadaparakonsumen yang memanfaatkannyauntukdijadikantepungikan.

 

5.2.2  Penangananlimbah

Limbah yang dihasilkandariproduksi fillet ikankakapmerahbekuterdiridarilimbahpadatdancair.Padalimbahpadathal yang dilakukanyaitudenganmemanfaatkanmenjadiproduksampingan yang kemudiandijualkepadakonsumen yang membutuhkannya, sedangkanuntuklimbahcairnyapenangananlimbahdilakukandenganperlakuanfisikdankimia.Perlakuankimia yang dilakukanuntukprodukcairyaitudengancaramenambahkanklorinpadalimbahuntukmengurangikadarbau yang ditimbulkan. Penambahanklorinpadalimbahharussesuaidengankadar yang sudahditetapkanolehpemerintah. Cara penangananlimbahlainnyayaitudengancarafisikyaitudenganmenggunakan proses agitasi,filtrasidansedimentasi. Proses agitasidigunakanuntukmenguraipartikel-partikelyang terdapatpadalimbahdengancarapengadukanuntukselanjutnyadilanjutkandengan proses filtrasi. Proses filtrasidilakukandenganmenyaringpartikel-partikel yang menyebabkanlimbahkeruhagar meninimalkanjumlahkotoran yang terdapatpadalimbah. Kemudianpada proses sedimentasiyaitupenambahanbebatuan zeolite dankarbonaktifuntukmengendapkansisa-sisapartikel yang masihterdapatdarisisa proses filtasi agar hasilkeluaranairnyabersih.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s