belajar dari ester island

hal pertama yang akan kamu ingat dari ester island adalah moa nya, yaitu patung besar di sepanjang pantai yang mirip orang, dimana menurut para arkeolog patung itu di buat sebagai penjaga pulau dari serangan, jadi kalau ada yang mau menyerang si penyerang jadi berfikir dua kali karna di pulau itu penjagaannya ketat, karna penyerang mengira patung moa itu adalah manusia yang berjaga, hipotesis yang unik, tapi apapun alasannya saya tidak akan terlalu membahasnya, karna akan sangat banyak hipotesis yang berkembang mulai dari alien sampai ritual ritual yang entah benar atau tidaknya.

Easter-Island_Moai-Stone-Statues_3642

jadi ester island adalah sebuah wujud dari peradaban yang maju di masa nya terbukti dari patung moa yang tinggi besar serta metode transportasinya, karna patung moa adalah lime stone dan itu di ambil dari pegunungan di pulau ester, tapi bagaiman peradaban itu mampuh hancur ? teori yang berkembang adalah habisnya sumber daya alam yang ada di pulau tersebut, sehingga para penghuninya mengungsi.

ya, sumber daya alam, sebuah faktor utama manusia menetap di sebuah daerah sejak dahulu kala, lalu ketika sumber daya alam itu sudah habis mereka berpindah untuk mencari sumberdaya yang baru, dan itu adalah metode lama dari peradaban, semenjak perkembangan yang sudah sangat pesat munculah metode kolonialisasi, dimana peradaban yang maju mencari sumberdaya di daerah lain dengan berbagai cara, termasuk menjajah atau meng koloni kan nya dalam kekuasaannya, hampir mirip perluasan wilayan pada zaman foedalisme atau kerajaan, tapi ini lebih kepada ekonomi, dan persaingan antar negara.

sehabis perang dunia kedua dan munculnya perlawanan besar besaran untuk lepas dari kolonialisasi, perubahan sistem imprealisme membuat perebutan sumber daya alam menjadi lebih “halus” dengan metode win-win solution tapi pada akhirnya negara yang di ambil sumber daya alamnya yang tetap yang kalah, karna kini dengan post-industrialisasi era para negara besar yang dulu membutuhkan negara negara kolonialisasi untuk di ambil sumberdaya alamnya, kini juga butuh negara sebagai pasar untuk sumberdaya alam yang sudah di olah menjadi produk yang lebih bernilai, nah sesuai dengan pelajaran sejarah SMP (versi kurikulum KBK) itu namanya sistem imprealisasi modern.

jadi, peran indonesia sebagai mantan jajahan versi imprealisasi lama (kolonialisasi) dan kini sudah naik jadi korban imprealisasi modern sangat berperan dalam ekonomi global, sebagai contoh adalah kita adalah pasar untuk produk otomotive jepang, coba kalau semua warga indonesia tidak membeli produk honda sebagai contoh, saham honda pasti akan terjun bebas, tapi tentu tidak kan? karna kita butuh akan produk mereka.

hal ironi lainnya adalah coklat, coklat terbaik di buat di belgium, padahal disana tidak ada satupun pohon cacao (kalaupun ada pasti di greenhouse), hal ini bisa terjadi karna belgia menerapkan imprealisasi tadi, dan dari kenyataan ini, kita mungkin jadi next ester island, mungkin saja walau kemungkinannya masih kecil, tapi apakah kita akan menunggu untuk kemungkinan itu membesar ? tentu saja tidak.

Tcacao

kita sebagai negara dengan banyak sekali sumberdaya alam, harus membuat sistem baru, dimana kita yang dekat dengan teknologi harus meningkatkan produksi produk jadi, minimal untuk memenuhi kebutuhan lokal, dan harus bertarget import dan tetap menjaga kelestarian sumberdaya yang ada.

jadi, inti dari tulisan di atas adalah sebenarnya ada sebuah sumberdaya yang lebih menguntungkan untuk di olah, yaitu sumberdaya manusia, manusia yang mampuh membawa perubahan, mampuh membawa orang orang yang nomaden tergantung sumberdaya alam, membawa sumberdaya ke daerah mereka, dan kamudia mengolahnya, dan menjualnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s