is that you, john wayne ?

oleh: Banyu

john wayne, salah satu aktor yang tekenal dijaman orang tua kita masih main petak umpet, dalam peran sebagai orang yang suka “make fun” dengan atasan dan selalu melakukan hal hal yang berbeda dengan perintah.

222079.1020.A

in this life, we sometime should be that john wayne to i guest, life is just a choice, but not choosing is a chose right? but did we have that option? big NO i guest, in fact we was race bay dizzly nutty region maniac and political propaganda by some evil landlord for the reason on make a choice, an option that was create for us to the epilogue that they want.

gak ada gunanya kan punya otak untuk mikir kalau kita selalu dibekukan dengan pemikiran dan pakem orang lain dan leluhur, dan bukan dengan ini menjadikan apa yang sudah ada sejak dulu menjadi tak berguna dan tak pantas dihargai, tetapi lebih kepada memberikan trial kepada budaya, apakah mereka masih fit-in ?

atau kepada agama apakah mereka masih patut di imani oleh insan tersebut, seperti rendra yang tak pernah menganggap dirinya mualaf, karena dia terlahir tanpa memiliki kemampuan untuk memilih untuk menjadikan kolom agama di KTP nya bertuliskan apa, sama seperti setiap manusia di negara ini, mereka tak pernah memiliki pilihan yang jelas tentang hal yang satu itu, mereka terlahir dengan agama orang tua mereka, dan tumbuh dengan ancaman di bilang durhaka, kafir, dan murtat kalau tidak menurut, dan apakah itu adil untuk setiap manusia yang masih belum baliq? atas nama penyelamatan anak cucu, itu di anggap saja adil.

apakah kamu pernah memilih untuk kapan mati?woww… itu sebuah pertanyaan yang sangat keblinger untuk beberapa orang, karna terkadang kita berharap untuk hidup sedikit saja lebih lama untuk menggendong cucu atau cicit atau cuma untuk bisa makan bakso di depan rumah sebelum truck tronton dengan sopir yang tiba tiba kena serangan jantung nabrak kamu dan mengubah wajah indahmu menjadi mirip dan sulit untuk dibedakan antara daging qurban atau kornet. kapan kamu ingin mati? gie ingin mati muda, ada yang ingin mati tua, beberapa mati malah sebelum bisa menghisap puting ibunya, sebagian mati bahkan waktu kebanyakan minum obat kuat, ada yang berharap mati di gunung, atau mati di sadjadah waktu sholat, atau mati di sembelih karna di tuduh komunis sama tetangga. tapi intinya, kita semua bakal mati, bahkan dragon ball pun gak bisa memberikan kamu keabadian.

aku jadi inget film hitam putih dari Akira Kurosawa, tentang pegawai pemerintah yang menghabiskan hidup nya mengabdi kepada kekaisaran jepang di bidang pembukuan, hingga suatu saat dia didiagnosa dengan kanker, dia pun mulai melihat hidup dengan cara lain, dia mulai menyesali kehidupannya yang cuma di isi dengan looping, kerja, kerja, kerja, dan dalam cerita dia menemukan seorang wanita muda yang memberikan warna baru dalam hidupnya di hari hari terakhir hidupnya, dan apakah kita berharap menjadi tokoh dalam film itu? lalu tokoh seperti apakah kamu dalam film mu? apakah kamu menjadi manusia yang tunduk dengan takdir dan pilihan yang di buat ideal oleh budaya yang ada? atau kamu lebih memilih untuk Hidup dengan pilihanmu, live it’s just big pile of joke if you see it as audience perspective.

and

is that you, john wayne? or, is that you,john slave ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s