berapa sih, harga kamu ?

manusia terlahir dengan harga diri yang mutlak dimana manusia itu harus dimanusiakan, dan tidak lupa memanusiakan manusia lain, tetapi pada perjalananya manusia kadang tidak dihargai sebagai contoh kasus genocide dan  kasus bunuh diri, serta pencampaan kekasih, itu semua termasuk kegiatan tidak menghargai manusia, dimana hal tersebut kadang terbalik untuk beberapa manusia, apakah pelaku geenocide lebih memiliki harga diri yang lebih tinggi sehingga melakukan itu, atau kamu merasa lebih berharga sampai mau mencampakan kekasih kamu ?

lalu berapakah harga dari manusia itu sebenarnya? kalau ditanya secara subjektif tentu manusia itu tidak bisa di perjual belikan, serta kedudukan manusia itu sama, tapi kalau dilihat secara objektif berapakah harga manusia itu sebenarnya ?

dilihat dari tenaga yang dimiliki manusia, kita memiliki angka berupa UMR (upah minimum regional) sebagai patokannya, yang menyebabkan harga manusia berbeda di setiap daerah dia tinggal, tahun 2014 upah tertinggi manusia perbulan ada di karawang dengan angka Rp2,447,450 untuk non sektor yang menjadikan tenaga mereka berharga Rp. 11.780,– /jam dan untuk yang terendah ada di non kabupaten di jawa barat dengan UMR Rp. 830.000,- atau 4 ribu rupiah perjam, perhitungan di atas dengan asumsi 8 jam kerja untuk 26 hari per bulan.

jadi dari sana terlihat harga manusia berbeda beda, tetapi dengan anggapan apa yang manusia itu punya di tubuhnya dan dalam kondisi sehat, manusia memiliki harga yang relative sama ketika dia menjual tubuhnya, untuk prostitusi berbeda beda bedasarkan umur dan paras ada yang cuma 25 ribu (untuk wanita yang sudah tua / trangender ) dan bisa sampai ratusan juta untuk club tertentu, tapi mari kota objektif dengan menghitung harga organ dalam manusia, tidak peduli apakah yang punya organ itu cantik atau tidak, untuk ginjal, retina, atau jantung yang sehat harga manusia bisa melambung tinggi di atas UMR yang di jelaskan di tabel di bawah ini

mig-31.jpgs

harga yang tentu jauh di atas UMR yang menjadikan kita berfikir, harga diri sebuah manusia secara objektif membuat kita berfikir kalau kita dalam tubuh kita memiliki nilai nominal yang lumayan besar, tetapi apakah cukup besar untuk dapat di tebus dengan kehidupan kita ?

lalu, bagaimana dengan pengendali dari organ tersebut? apakah otak juga dapat dijual ? semenjak tranfusi otak tidak bisa dilakukan, jadi secara jelas harga otak masih belum ditetapkan, tapi apakah benar benar otak manusia tidak berharga untuk orang lain ? kalau iya, sungguh kasihan otak manusia.

tetapi kalau kita lihat secara subjektif mengenai harga otak manusia, apakah benar benar otak manusia itu tidak berharga? tentu tidak, manusia telah menciptakan banyak hal, berupa penemuan, yayasan, dan ilmu peengetahuan yang berguna bagi orang lain, secara subjektif otak manusia bisa sangat bervariasi, harga otak seorang auditor, penemu, pe motivator, dan pengangguran jelas berbeda, dan itu berhubungan dengan UMR mereka, dengan bantuan otak UMR seseorang bisa di tingkatkan bahkan berkali kali lipat dari harga aslinya, yang menyebabkan otak manusia adalah organ yang tidak berharga secara jual beli, tapi berharga secara fungsi.

jadi, jika kalau aku adalah pelaku genocide atau bunuh diri, atau kejahatan manusia yang lainnya, aku akan lebih memilih untuk jadi makelar organ dari pada pembunuh yang kemudian miskin dan masuk penjara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s