desa yang hilang (cerita horor) bag 2

bayangan itu menyerangku, dan membiarkanku seperti meregang nyawa, menjatuhkan aku lagi di tanah dengan keras, dan membuatku tak sadarkan diri untuk beberapa waktu.

mataku mulai terbuka dengan mata yang masih kabur seperti saat kamu berusaha untuk bangun di keadaan badan yang sangat lelah, kuberusaha bangun dengan masih menyadari kalau hari sudah pagi, atau mungkin siang, aku sudah tidak bisa membedakannya dengan kabut yang sangat pekat, aku paksakan diriku untuk berjalan keluar bunker ini dan kini aku mendapati sebuah pilihan, tetap di bunker ini dan di hantui bayangan hitam itu lagi, atau keluar untuk mencari bantuan.

di samping bunker terlihat jalan setapak yang kini membawaku ke jalan yang menanjak entah kemana, dengan senter, perbekalan seperti air dan makanan aku berjalan dengan terengah engah, udara disini sangat tipis, dan aku berasa berjalan di dalam jalan yang sangat jauh dan sepertinya aku tidak menemukan persimpangan sama sekali, dengan vegetasi yang mulai merapat, aku merasakan keanehan, seharusnya dengan berjalan naik, vegetasi berubah menjadi padang rumput, bukan hutan pinus, dan kini aku sudah berjalan hampir 4 jam dan masih di keadaan jalan yang sama, tapi kini aku melihat punggungan bukit yang tidak di tumbuhi tanaman apapun, seperti berada di puncak sebuah bukit, dan kuputuskan untik beristiraha disana sebentar untuk memulihkan energy, dan perlahan kabut menghilang dan begitu kagetnya aku ketika melihat jalan turun di depanku dan di depan sudah terlihat seperti kampung yang sepi, dan mungkin mereka ada di kampung itu sekarang.

perlahan aku berjalan turun. jalan sangatu curam hingga membuatku harus benar benar berhati hati kalau tidak mau jatuh masuk jurang, dan aku tiba tiba aku tertegun dengan apa yang aku lihat di depanku, syal milik linda, damn… berarti linta lewat sini kemarin, dan jelas kampung di depanku itu adalah jawaban nya.

dua jam berlalu, kini aku sudahs angat kelahan menuruni bukit itu dan jalan mulai landai, aku meleewati lapangan yang memiliki ilalang setinggi dada orang dewasa, hari sudah mulai gelap, kini kampung sudah dekat, perlahan aku berjalan di antara ilalang itu sampai tiba tiba tubuhku menjadi berat, perasaan yang sama seperti waktu kemarin malam, malam ketika bayangan itu datang di bunker, kemudian di dalam kepalaku seperti berdengung, dan perlahan aku melihat kebelakang dan, bayangan itu, hanya terlihat kepalanya saja 20 meter di delakangku, sejak kapan bayangan itu disitu, aku mulai melihat dia berdiri, dan aku baru sadar dia cukup tinggi dengan ilalang setinggi dada dia masih bisa berdiri dan memperlihatkan setengah badannya, bayangan hitam itu memiliki lengan yang rampng, dan terlihat cakar, sial sial sial, aku harus lari, dan sial kakiku rasanya berat, berat seperti habis belari keliling lapangan bola 10 kali, sangat berat, dan bayangan itu perlahan mendekat, sekuat tenaga aku berusaha berlari dengan nafas yang mau putus, dan jantun yang mau lepas, aku berusaha untuk tidak melihat kebelakang, aku cuma fokus untuk lari, terlihat di kejauhan pondok kayu yang menjadi rumah pertama yang terlihat di desa itu, aku berusaha menuju pondok itu, berharap bersembunyi, atau terus berlari.

10 meter dari pondok itu aku sudah tidak kuat lagi aku jatuh terkapar mencium tanah, perlahan dengan sisa tenaga yang ada aku melihat belakang, melihat nasib buruku itu kembali berusaha membunuhku dan, tidak ada siapa siapa, bayangan hitam itu telah pergi, dan malam pun datang, aku berjalan pelan memasuki pondok kayu tersebut, sambil berusaha mengembalikan energy ku yang habis tadi, di dalam aku menemukan lampu minyak dengan minyak yang masih penuh, dan itu menjadi peneranganku malam ini, aku buka makanan yang ada, dan berusaha mencari apa saja yang dapat aku pakai di dalam pondok ini,

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s