tahun baru itu

tahun baru itu dimana kamu memulai hal baru ditahun yang baru, benar? tidak juga, tahun baru hanyalah kenyataan kalau kamu harus beli kalender baru, dan punya hari libur yang mempunyai kepadatan akan tempat wisata 2 sampai 3 kali dari hari libur biasa, seperti semua orang terpacu untuk berlibur, untuk merayakan tahun baru, dan saya adalah salah satunya.

10898214_10203033296425585_5805684715948777335_n

tahun baru kali ini saya memutukan untuk ikut teman teman angkatan untuk merayakannya di kediri, kami sudah merasakan geliatnya dari perjalanannya, kami berangkat dari malang jam 3 sore dengan diguyur grimis tipis berangkat melewati pujon yang lumayan ramai terutama untuk arah ke malangnya, dan terhenti setelah melewati pare, hal yang belum sempat kami antisipasi adalah daerah perempatan gumul yang di sterilkan dari kendaraan, alias kami harus muter muter nyari jalan untuk masuk ke kediri kota, dan satupun dai kami bukan orang kediri yang menyebabkan google map menjadi penolong.

setelah sedikit berputar putar di daerah kediri kota akhirnya kami sampai di daerah tamanan, disana ada rumah teman kami dan memang kami sudah sepakat untuk rendezvous disana bersama teman teman dari bojonegoro dan jombang, ya akhirnya kami sampai tapi sudah jam 6 lebih, dengan keadaan yang sangat lelah.

sedikit obrolan bodor, dan krupuk upil nya kediri, kami melanjutkan petualangan dengan tujuan tempat “khas” dari orang kediri untuk menghabiskan tahun baru, nah, walau itu sedikit absurd, dan tidak ada rekomendasi yang jelas dari teman kami yang asli kediri, akhirnya kami memutuskan untuk menuju gumul, tampat yang tadi di sterilkan dan membuat kami berputar-putar ternyata menjadi salah satu spot untuk merayakan tahun baru, setelah alun alun kediri di coret karna alasan terlalu dekat.

perlimaan gumul yang menjadi landmarknya kediri terdapat di malang kabupaten, yang membuatnya sangar ramai disini orang se kediri, mulai yang dari kabupaten, sampai penduduk kediri kotanya juga pada nimbrung disini, yang membuat kepadatan lalu lintas menjadi masalah, kami terpaksa terhenti di 1km an dari gumul dan harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, tidak masalah, yang menjadi masalah adalah ketidak siapan kami dengan tidak adanya penjual makanan di sekitaran gumul yang mengharuskan kami untuk muter balik untuk membeli perbekalan, nah disini saya sendiri menemukan keaneha, dimana minat dari masyarakat kediri membuat saya tidak habis fikir, mereka menggelar tikar untuk tiduran di sekitaran perlimaan gumul untuk menunggu kembang api, dan untuk saya itu benar benar luar biasa, lautan manusia, tua muda, bahkan balita pun di ajak.

kami memutuskan untuk hanya sebentar melihat kembang apinya, setelah kembang api dinyalakan, dan bukan kembang api yang menarik disini, karna kembang apinya juga biasa, tapi animo masyarakat nya, dimana mereka serentak bersiap siap menyambut tahun baru, tidak lupa mereka saling mengabadikan moment ini, dan hal ini juga yang membuat kami khawatir, dengan jumlah manusia sebanyak ini, bahan sampai puluhan ribu, kami tidak bisa membayangkan perjalanan pulangnya, akhirnya di tengah tengah kembang api dinyalakan, kami seperti atlet jalan cepat yang mendengar aba aba, menghambur bersama ribuan manusia disana.

tahun baru, sesuatu yang menarik untuk di lalui dengan orang orang yang di cinta, dengan pengalaman baru, dengan petualangan, tapi tahun baru hanya kenyataan untuk mengubah tahun di proposalmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s