dusty

dusty 3

today is today, yesterday is not my problem anymore

“i do always hate you, you know that!” asri menatapku dengan amarah yang biasanya selalu alpha.

“what can i do asri, i just do stuff that i believe, you know that, you use to support that, and now you again that?”, aku menatap asri.

“yes, i was support you, but it just WAS!”, asri mulai marah.

“okey, now what?!”.

“now what? get your life back in track nyu !! i beg you, i don’t understand why you keep be that man, man how don’t want to be settle with  anything, you don’t have a job, no family, and the only one that you have it’s just me, and please hold me” matanya mulai memerah, aku tau saat ini aku tak bisa berkata apa apa.

“i hope i can back in my track, but its just feel not right, anything in my life just doesn’t feels right for people” aku hanya bisa melihat asri yang sedang menatapku nanar.

“i’am sorry asri, i should tall you my past in the first place”, aku menyesal dengan apa yang telah terjadi.

“your past?? did you have one?” suara asri mulai bergetar menahan sesuatu yang siap menyembur dari matanya kapan saja.

“all i know is from the latter that left with me, when i wake up in the hospital, amnesia, my mom and dad was divorced and found die in the car accident with me, and i cant even remember one single think about both of them, i keep trying but i cant, about my disorder, and about why i always cant sleep in the night, even if i was really tired”

“and why you never say that to me” asri sudah tak bisa menahan apa apa dia pun menangis menjadi jadi.

“please, asri, don’t cry, i am sorry” perlahan kupeluk asri di antara dinginnya ilalang sabana ini.

“i just thinking, it would be easier to tell anybody that i just simply orphan, i hope that would be that simple, but its never be easy at all” aku berbisik di antara rambut hitam nya.

***

kabut tebal mulai terlihat di antara permukaan air yang dingin, menutup matahari yang sudah mulai tinggi.

“aku sudah gak bisa melihatmu seperti aku dulu melihatmu sebagai anak baru di kantor” ucap lirih asri di antara jaket tebalnya.

“i know, i am sorry, but you know i try to hold you”

“but i know you cant, bener kan?” serga asri.

“yes, but atleast i try”, perlahan aku menatap asri yang matanya masih bengkak.

“thank you for trying” perlahan asri mulai menunjukan senyum nya.

“now, what we are? kita masih pacaran atau resmi breakup?”

***

kebahagian terkadang muncul dari materi dan hubungan manusia, tetapi kebahagiaan tak selalu datang dari keduanya, karna kita terlahir sendiri dan mati pun sendiri, tak membawa apa apa saat datang dan pergi, begitu juga ketika ada dalam kehidupan, kita selalu berusaha untuk memiliki banyak sekali relationship dan materi, yang jelas tidak kita bawa.

di salah satu souvenir shop di batu, andy datang menghambur kepadaku.

“what the fuck happend with your stupid mine, dude!!” andy benar benar kaget saat mendengar cerita tentang aku dan asri dari ayu yang secara tidak sengaja mendengar percakapanku dan asri malam itu, “look at you, Asri is a Goddess and you just…. okey, i try to understand you more deeply now, talk to me”.

“aku harus ngomong apa ndy?” aku menatap andy .

“Fine, i hope you dont regret all that have done, antara kamu sama asri, dan rencana mu buat pergi dari Indonesia sama bule yang kamu temui itu, aku harap gak ada hubunganya sama Asri”

“kagak kok ndy, gak ada, aku hanya perlu untuk melihat sesuatu yang lain dari perspektif yang lain, aku bosan di malang, paul juga anaknya asik”

“whatever dude, good luck” andy pun berlalu keluar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s