unwillingnes to dance (the night it began : banyu side)

IMG_2171

aroma tubuh sari begitu membuatku tak hentinya memeluknya, di antara keringat, alkohol, dan aroma tembakau di bibirnya, matanya memejam menikmati setiap detik, dan setiap elekton yang bergerak di antara syarafnya, membuat hentakan di antara neurotransmiter di dalam otaknya untuk melenguh, dan memagut. ketika otak primitif seseorang yg mengambil alih, apakah kamu masih bertanya apa yang salah?

***

“jadi kamu menikah setelah lulus sma, dengan pria yang dijodohkan sama kamu, dan pria itu adalah anak dari selingkuhannya ibumu, dan pernikahanmu cuma jadi kedok supaya mereka bisa sering sering ketemu? that what, mother fucker story that i ever hear!!”, aku melantur menanggapi apa yang di ceritakan sari barusan.

“yees nyu, dan untungnya, suamiku menyukaiku sejak pertama ketemu, makanya rencana mertuaku berjalan, dan sejak ibu mertuaku itu terlalu sibuk dengan yayasan sosialnya, dia gak tau kalau suaminya selama ini selingkuh sama besannya, dan kamu tau ibuku sama bapak mertuaku ketemunya gimana?”, tanya sari sambil menenggak liquour nya.

“gimana?” tanyaku ke sari.

“mereka dulu pacaran pas smp, sampek ibuku dijodohkan sama bapakku, dan sejak bapakku meninggal, mereka ketemu lagi, dan cinta lama bersemi kembali”, sari menada kan kalimatnya seperti ingin menertawakan apa yang terjadi.

“hahaha, gila, orang jaman dulu mainnya jodoh-jodohan, kalau aku boleh komentar ya, perjodohan itu seperti mengebiri kebebasan manusia yang sudah jadi kodratnya sejak lahir, yaitu kodrat untuk memilih, kan kita jadi gak bisa milih siap yang mau kita kimpoi, iya gak?”, ucapku retorika.

“kita emang dari kecil udah kayak kehilangan pilihan kali, coba pas kamu pertama lahir, apa iya kamu bisa milih nama, atau milih mau meluk agama apa? kan udah di tentuin”, jelas sari.

“tapi kan waktu kecil kita belum bisa milih, kita belum punya akal buat bedain mana yang baik, dan mana yang buruk”, jelasku.

“masalahnya, orang tua kita sama sekali gak tau kapan kita bisa ngebedain mana yang buruk dan mana yang baik….”

“maka dari itu mereka lebih suka jodohin anaknya”, potongku.

kemudian hening di antara kita, sari menghisap rokoknya, dan melihat jauh kedepan, membiarkan angin malam yang membawa fikiranya kemana-mana, angin di balkon yang dingin membuatnya memutuskan untuk masuk kedalam.

“ayok masuk aja nyu”, sari mengajak ku masuk.

“masuk? habisin dulu rokokmu sar”, sari melihat ku, dan mematikan rokoknya sebelum menarikku masuk.

“aku mau tanya sesuatu, dan harus jujur, menurutmu aku melakukan hal yang salah dengan mau dijodohkan?”

“i don’t know, kalau aku selama kamu bahagia, kamu tidak akan pernah salah, pertanyaannya, apa kamu bahagia dengan 5 tahun pernikahanmu? 5 tahun pernikahan tanpa anak” tanyaku enteng.

“awalnya aku bahagia, suamiku bisa membuatku bahagia, bahkan wanita yang apartemennya kita pinjam sekarang menganggapku bahagia, tapi itu dulu…”, sari kemudian diam.

“jadi kamu sekarang tidak bahagia? so, maybe you make a mistake”, aku mulai mabuk.

“i dont know, maybe i do make a mistake, dan mengajakmu ke tempat ini mungkin juga termasuk kesalahan”, aku pun menyadari saat sari mengajakku kesini dari club tadi merupakan salah satu kesalahan, dan kesalahan berikutnya adalah aku mau.

“yeahhh, ngomong-ngomong, siapa tadi yang punya apartemen ini?” tanyaku mengalihkan pemibicaraan.

“namanya nina, temen kampusku”

“apa gak masalah kamu meminjam tempat ini, aku dari tadi gak lihat nina”, aku berusaha menunjukan ketidaknyaman supaya tidak terlalu jauh terjebak disini.

“no, dia sedang liburan, aku sering kesini untuk menulis”

“aku fikir kamu menulis dirumahmu”, tanyaku.

“i was, but now, aku lebih nyaman menulis disini, jauh dari si tukang selingkuh”, sari mengucapkan kata yang membuatku bingung.

“tukang selingkuh? maksudmu suami mu selingkuh?”, tanyaku bingung, sari yang berdiri sambil memegang botol liquor, memandangku yang sedari tadi duduk di sofa.

“yes, keep it secret, even nina don’t know”, sari semakin membuatku bingung, kenapa dia bercerita hal ini kepadaku.

“wow, dia pasti sedang mabuk, suamimu punya istri yg sempurna, dan dia masih selingkuh, i can belive that”.

“life is funny isn’t it? pertama bapak mertuaku selingkuh dengan ibu ku, sekarang anaknya yg tukang selingkuh, mungkin suamiku punya dendam dengan keluargaku…”.

“atau mungkin daun jatuh tidak jauh dari pohonnya”, potongku.

“maybe…”, sari terdiam sambil meminum liquor nya.

“sejak kapan suamimu selingkuh?”.

“i don’t know, maybe from beginning, aku baru tahu 8 bulan yang lalu ketika aku sengaja ingin membuat kejutan dengan datang ke kantornya”.

“wow, that was awful, kamu ngelabak mereka gak?”.

“no, i keep that happend”.

“why?”

“i don’t know, mungkin biar aku tetep merasakan dunia itu menyebalkan, dan aku tetap aware”, sari tersenyum dengan manisnya ketika mengakhiri kalimatnya, aku tahu itu kalimat yg berat, dan dia mengakhiri dengan senyum untuk menyembunyikan sesuatu.

“hei nyu, wanna get something cool?”, sari tiba-tiba seperti bersemangat.

“indeed, what is that”, tanyaku.

“wait a minute”, sari berjalan ke salah satu kamar di apartemen ini, 2 menit kemudian dia datang dengan sesuatu di belakang tubuhnya, dia mendekat dan duduk di sebelahku, perlahan dia menunjukan sebuah bungkusan plastik bening, dengan sesuatu yang seperti prangko di dalamnya.

“what is that? kamu filateli ya?”, tanyaku bingung.

“of course not, you idiot”, sari tersenyum kepadaku.

“so, what is this”, tanyaku sekali lagi.

“okey, i will tell you, but close your eye, and open your mouth”, sari memerintahku, dan tanpa fikir panjang aku menurutinya.

“what is that?”, sambil menutup mata aku masih bertanya.

“there you go, you got lucy in the sky with diamond”, sari menempelkan sesuatu dilidahku, sesuatu yang perlahan membuatku membuka mata, dan merasakan sesuatu yang aneh, aku melihat sari menempelkan prangko itu di lidahnya, kemudian dia mengambil gelas ku dan mengisinya dengan liqour, dan kita mengajak ku bersulang, mengajakku berpagut, dan sari malam itu begitu cantik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s