unwillingness to dance (in workshop : banyu side)

WP_20140219_19_39_25_Pro

errrrrrrrrrrrrrrrrrr……..

errrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrriiinggggggggiiingggggginggggiiinnggg….  suara mesin bubut memekakan teling.

“nas, nas, kamu di dalam? haloo”, aku mengetuk pintu bengkel mesin milik anas, hari ini kita janjian untuk ketemu disini 2 hari setelah makan siang itu, untuk melihat perkembangan dari penyelidikan sari dan suaminya.

“nasss, aku masuk ya”, untuk saat ini anas pasti sedang sibuk di bengkel bubutnya, dan benar saja dia sedang membuat sesuatu, perlahan aku mengambil crowbar dan memukulkannya di meja besi yang biasa digunakan anas untuk mengelas sesuatu, “teng teng teng”, kupukul meja besi itu beberapa kali, sampai anas menyadari kedatanganku.

“hei, udah datang nyu, kenapa gak ngetuk, hahah”, anas cengegesan, sambil mematikan mesin bubutnya.

“bikin apa nas, sibuk amat”.

“hahaha, aku kasih tau tapi habis itu kamu harus tak bunuh:, gurau anas sambil melepas sarung tangannya, dan mengambil meja kayu mengajakku duduk di meja besi nya.

“itu, adalah pekerjaan ilegal nyu, i’am make a barrel of gun”, seperti biasa, anas selalu ngelantur ketika ngobrol.

“wow, sejak kapan kamu jadi gunsmith? bukanya itu dilarang?”, tanyaku.

“this is my product”, anas mengeluarkan sebuah silinder besi yang dari luar terlihat merupakan silinder berdiameter 1 inchi dan tinggi 8 inchi, yang memiliki semacam switch dan tombol disana.

“this is your gun?”, aku tak percaya apa yang aku lihat.

“ini pesanan orang, aku gak tau apa yang aka  dia lakukan dengan benda ini, yg jelas dia buka memiliki harga yang sesuai untuk ini, is not loaded yet, jadi ini masih aman”, dia meletakan senjata api tersembunyinya di meja, dan berjalan mengambil sesuatu di meja kerja yang terletak 5 meter dari meja besi.

“aku membuat mesinnya, cewek ku yang membuat bubuk mesiunya”, anas berucap dengan santai sambil membuka buku catatannya.

“jadi, kamu benar benar memanfaatkan pacarmu”, aku tertawa melihat apa yang dilakukan temanku ini.

“tentu saja, sejak dia bekerja di toko kimia, dia punya banyak akses ke bahan peledak, walau dia lebih suka pakai bahan yang ada di toko pertanian, katanya lebih murah, dan aku masih gak faham kenapa perbedaan kemurnian bahan kimia teknik yang persenannya begitu tidak beda jauh dengan PA bisa memisahkan harga bahan kimia bisa sampai berkali kali lipat”, anas terus ngobrol sambil membuka buka bukunya, dan mengeluarkan sesuatu.

“ini foto-foto nya sari kan”, anas mengeluarkan foto sari dengan seorang pria yang merupakan suaminya, di foto lain adalah foto sari dengan beberapa pria dan wanita setengah baya.

“sari dan andy, suaminya sudah hampir 6 bulan tidak serumah, sari tinggal dengan seorang wanita yang di salah satu apartemen, tapi tiap weekend sari pergi dengan andy ke rumah mertuanya, ibu mertua nya sari, namanya bu marti pensiunan guru yang mengisi masa tuanya di yayasan anak yatim, dan suaminya yang menurut tetangganya punya affair dengan ibunya sari, itu menurut penyelidikannya erwin, dan menurut tetangga mereka juga, sari dan andy memang tidak ingin punya anak, itu sebabnya yang membuat mertuanya sari kecewa, dan menghabiskan hari masa pensiunnya di yayasan anak yatim”, jelas anas.

“jadi mereka sebenarnya tidak memiliki masalah dengan alat reproduksi mereka”, tiba-tiba erwin muncul dari belakang sambil membawa kopi latte.

“wowo, sejak kapan kamu disini?”, aku kaget melihat kemunculan erwin secara tiba2.

“aku dari tadi disini, dikamar mandi”, erwin menjelaskan ke alpha annya sedari tadi.

“jadi apa yang membuat suaminya selingkuh, padahal mereka tidak memiliki masalah untuk membuat anak, ekonomi?”, aku bertanya.

“no, sallary dari suaminya sari lebih dari cukup untuk hidup mapan, dan sari sendiri juga bekerja kan, dan sejak andy adalah anak tunggal, mereka secara finansial mapan”, jelas erwin.

“maybe, karna ukuran cup milik sari rata-rata, tidak terlalu besar, dan suaminya bukan type pria yang mengagumi pantat seksi seorang wanita”, jelas anas sambil mengeluarkan kreteknya, dan menyulutnya.

“that stupid, since cewek yang pantatnya besar itu lebih sehat”, tambah erwin terpancing.

“hei hei hei, jangan ngelantur”, selaku untuk mengakhiri pembahasan mesum ini.

“hahaha, come on, nyu, kamu kan udah pernah nyoba in sari”, anas mulai menggodaku yang di barengi tawa lapas dari erwin di sebelahku.

“that true…” tambah erwin.

aku hanya berfikir tentang apa yang sari katakan malam itu, tentang perselingkuhan ibunya dengan mertuanya, apa mungkin andy sebenarnya memendam dendam?

tiittt… tiitttt…tiiiittttt…. suara telephone erwin berbunyi.

“halo fi, gimana jadi kesini jam berapa?”

“apa? banyu, iya disini”

“oke, kita tunggu”.

erwin menutup telponnya dan melihatku, “lutfi lagi di bandara, dia lagi mau perjalanan kesini, dan kita disiuruh nunggu buat berita besarnya”, aku terdiam.

“dari bandara??”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s