skywalker (sort)

aku masih ingat saat itu, ketika dia datang dan memberikan hadiah ulang tahunku yang ke 7, aku tak pernah berharap lebih untuk sebuah ulang tahun, mungkin seperti anak anak lain di panti ini, saat ulang tahun, kamu hanya akan mendapat makanan yang lebih enak, dan semua anak anak lain menyanyikan lagu selama ulang tahun untukmu, dan mendapat hadiah dari pengurus panti, itu sudah cukup untuk membuat wajahmu berseri seri sepanjang hari, dan kami selalu membuat doa yang hanya Tuhan dan siapa yang ulang tahun hari itu yang tahu, tapi ulang tahun kali ini aku mengijinkan dia untuk tahu apa doa ku.

Luke-Skywalker-Tatooine-w-White-Pupils-Lightsaber-Lego-Star-Wars-Minifigure-0

dia sudah seperti kakaku ku sendiri, mungkin dari anak lain akulah yang paling dekat, kami sama sama memiliki kulit coklat, berbeda dengan aku yang hitam karna suka main bola diluar, dia kakak ku, dia menjadi hitam sejak dia keluar masuk hutan, dia bilang ayah angkatnya dulu seorang geologi, yang bekerja untuk sebuah perusahaan penambangan, jadi dia suka di ajak untuk mencari tempat penambangan baru, kakak ku ini juga bercerita tentang truck truck yang memiliki roda super besar di tempat penambangan yang tingginya bisa tiga kali tinggi mas gilang, pengurus perpustakaan yayasan yang terkenal paling tinggi, aku sampai membayangkan tinggi truck nya tiap kali mas gilang lewat.

malam itu kakak ku bercerita ketika dia menghabiskan satu minggu dengan ayahnya di hutan dengan minim perbekalan saat jemputan dari perusahaan terlambat gara-gara jalanan rusak, jadi kakak, ayahnya, dan beberapa pekerja lainnya terpaksa berburu di hutan, kakak bercerita ketika harus makan daging monyet, dan tikus hutan, tapi dia bilang ayahnya dulu koki yang handal jadi kakak menyakinkanku dan anak anak lain waktu itu kalau, kita harus bersyukur dengan apa yang Tuhan beri kepada kita, termasuk setiap butir nasi yang masih bisa kita makan, aku suka kakak, dia selalu memberikan cerita menarik sebagai pengantar pesan tentang rasa syukur dan lain-lain.

hari ini, seminggu sebelum aku ulang tahun, setiap anak melihatku seperti iri, karena sebentar lagi aku yang ulang tahun bukan mereka, kita selalu melingkari tanggal ulang tahun kita masing masing di kalender kamar, tapi sedikitpun aku seperti kehilangan eforia itu, kakak minggu ini izin untuk pergi ke kalimantan mengunjungi ayahnya disana, dia pergi disaat aku akan ulang tahun, disaat adiknya ini ulang tahun, aku tahu aku bukan adik sedarah, tapi dia harusnya tahu dia satu satunya yang sudah ku anggap keluarga sekarang, aku marah, aku ngambek, aku seharian memutuskan untuk ke perpustakaan, berharap kakak untuk mampir ke perpustakaan dan mau untuk mengurungkan niatnya pergi, atau, dia mau mengajak ku. ya, dia harusnya mau mengajak ku, aku ingin melihat hutan hutan seperti cerita kakak, aku ingin merasakan daging monyet, atau ingin melihat gunung gunung yang tinggi, aku rasa aku tidak akan mudah lelah, aku tak akan merengek saat dijalan, ya, aku akan keperpustakaan dan kakak pasti kesana.

sehabis pulang sekolah aku langsung ke perpustakaan, dan perpustakaan sepi, hanya ada beberapa pengurus yang sibuk mengerjakan sesuatu, dan mas gilang, aku jadi membayangkan kalau di belakang mas gilang ada roda truck yang dipakai di pertambangan, dan roda itu roboh, pasti perpustakaan ini bakal berantakan, tapiaku gak melihat kakak, dimana dia? dia biasanya ngobrol dengan mas gilang, tapi mas gilang nya juga kelihatan sibuk, ya sudah, aku sebaiknya pergi ke buku-buku sejarah, disana banyak buku yang memiliki gambar dan foto yang yang menarik, aku duduk di meja yang dekat dengan mas gilang, siapa tahu kakak ku datang untuk ngobrol dengan mas gilang, dan dia melihatku.

dua jam berlalu, aku melewatkan makan siang bersama, aku hanya membolak balik buku, sampai mas gilang sudah keluar satu jam yang lalu, sudah pukul dua sore, dan matahari membuat kipas angin di perpustakaan tidak berarti, tiba tiba.

“hei, masih disini? gak makan siang?”, tiba tiba mas gilang memanggilku dari belakang.

“iya mas”, aku menjawab dengan malas.

“udah ini ada gorengan, makan aja dulu”, mas gilang menawarkan gorengan, dia membawa kotak yang isinya gorengan, dan tak perlu basa basi, aku langsung mengambilnya, dan memakannya dengan lahap, mas gilang cuma melihatku sambil tersenyum.

“kamu baca apa sih, tumben, biasanya main bola sama anak-anak cowok lainya”, mas gilang memegang bahuku sambil melihat yang aku baca.

“enggak mas, lagi males aja mainya, sama mas-mas yang lain gede-gede sih, jadi suka kalahan”, aku memberikan alasan yang memang menjadi fakta, untuk anak yang sebentar lagi berumu 7 tahun, aku termasuk yang tidak terlalu tinggi, walau tidak terlalu pendek, tetapi tetep sangat pendek kalo dibandingkan dengan anak anak lain yang rata-rata berumur 12 tahunan.

mas gilang kembali ke mejanya, sambil kembali sibuk di depan komputer, aku hanya terdiam, mengingat tujuan awalku kesini, sepertinya sudah sore, aku sudah kehilangan gairah, lebih baik aku kembali dan mengerjakan PR, atau bermain dengan anak-anak, kalaupun kakak ku datang, aku sudah kehilangan mood, aku kan sudah terlanjur kecewa duluan, aku pun menutup buku sejarah yang sedari tadi aku buka, dan berjalan mengembalikan nya ke rak sebelumnya, berjalan gontai keluar ruangan.

“hai, aku baru ingat, tadi dia bilang, dia berangkat, dia lihat kamu sibuk di perpus dia gak mau ganggu, dan karna kamu belum makan siang, jadinya dia bawakan gorengan buat kamu”, mas gilang menghentikan langkahku, aku sangat kaget, dan kecewa dengan keputusanku untuk menunggunya di perpustakaan, dia sudah pergi, dan sial, aku langsung keluar perpustakaan, walau mas gilang sempat memanggilku dari belakang aku sudah tidak peduli, aku berlari menuju gerbang yayasan berharap kakak masih di depan atau apalah aku tak peduli, saat tiba di gerbang, aku hanya terdiam, kaka sudah tidak ada, dan dua hari lagi aku ulang tahun, aku kecewa, sore itu adalah sore dengan pemandangan paling memilukan sepanjang hidupku, melebihi saat orang tuaku meninggal yang saat itu aku masih bayi, jadi aku jelas tidak tahu sedihnya bagaimana.

dua hari kemudian, aku ulang tahun, pengurus panti memberiku paha ayam yang sangat menggiurkan, yang membuat teman teman yang lain iri, aku memakai baju terbaikku, yaitu baju hadiah ulang tahun, tahun kemarin, semua anak anak yang lain menyanyikan lagu ulang tahun untukku, sore itu, makan malam dan perayaan ulang tahun paling sepi bagiku, aku hanya tersenyum setengah dipaksa, karna aku bahagia dengan ini, tapi aku sedih juga karna kakak tidak ada disini, ssaat berdoa aku melihat teman disebelahku, dia minggu depan ulang tahun, dan pasti kakak ada di panti untuk minggu depan, aku mulai iri dengannya, acara malam ini di akhir dengan makan bersama, dan ibu pengurus panti memberiku kotak hadiah, yang isinya pasti pakaian baru, aku tidak membukanya, aku sudah tidak selere.

malam itu saat kami kembali ke kamar masing masing, di kamarku ada empat ranjang susun, yang memuat delapan anak, saat anak anak masih diluar, aku buka hadiah dari ibu panti, dan baju baru, seperti biasa, tapi ada sesuatu yang lain, ada kotak kecil disana, hadiah ekstra? ada sesuatu di kotak itu, tulisan, dari kakak? untuk ku? wajahku langsung berbinar binar, ternyata kakak tidak melupakan ulang tahunku, walau aku masih tidak bisa memaafkannya, tapi dia memberiku hadiah yang lain, perlahan aku buka kotak hadia itu dan sebuah gantuungan kunci lego, dengan karakter star wars, luke skywalker, dan sebuah note kecil

“hei, adik kecil, selamat ulang tahun ke 7, maaf aku gak bisa nemenin kamu tapi, skywalker kecil ini pasti akan menemanimu”

aku terdiam, ketika kakak pulang, aku akan bercerita kepadanya, kalau aku ingin menjadi geologi seperti ayah angkatnya kakak, supaya aku bisa melihat roda truck yang tingginya tiga kali tinggi mas gilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s