Belajar ilustrator

jadi setelah instal adoe ilustrator, saya kyaknya minum pill pahit, karena mulai dari SMA saya tidak mau belajar vector dengan photoshop, saat itu kayaknya saya liat vector art kayak art yg aneh, dan sampai sekarang saya lebih prefer menggunakan goresan tangan atau sketch, tidak serapi dengan vector sih, tetapi tetap bisa dibuat rapi, serta proses pembuatanya pure skill gambar, bukan penguasaan teknik tool-tools yang banyak dan ribet, sampai sekarang pun saya masih kikuk menggunakan pan-tools, walaus sering pakai photosop, tapi jarang menggunakan pen tools, biyasanya menggunakan lasso.

 

Dari postingan ini dibuat, tercatat baru kemarin sore saya mulai belajar menggunakan adobe illustrator, dan hasilnya sangat membuat jengkel

 

Untitled-1Untitled-2

Advertisements

Takziah

sketch 1.png

kita takziah di keluarga sebelah kampung, bapak nya besan nya tante meninggal, kita harus datang karena memang masih saudara, dan kamu kan waktu kecil pernah sering main kesitu sama mbak Yanti, kamu paling suka mangga di depan rumahnya sampai kadang mbak Yanti kerumah sambil bawa mangga sekardus.

Aku terdiam sejenak mendengar berita tersebut, yang teringat di memory ku bukan wajah atau siapakah beliau yang meninggal, ingat? sama sekali tidak ingat, yang aku ingat hanyalah pelataran rumahnya yang masih dari tanah, dan suasana kampung yang tenang, tanpa pikir panjang akupun  bersiap untuk ikut Takziah, disepanjang perjalanan aku hanya terdiam samar sama mengingat jalan menuju rumahnya, karena sejak klas 3 SD aku sudah tidak pernah kesana.

 

Aku hanya terdiam melihat orang orang bercerita, hanya bersalaman, dan diam aku melihat pelataran rumahnya, aku tak mampuh berkata apa apa dimana banyak orang yang melakukan Takziah, sedangkan aku hanya seperti anak kecil yang diberi ingatannya kembali, banyak hal yang pelan pelan berusaha aku masukkan kembali, cuma memang apa yang sudah terlalu lama tidak diingat dan tiba tiba muncul lagi di depan kita, seperti dejavu cuma kamu tau itu bukan dejavu.

 

Melihat, wajah anak anak nya yang terlihat tegar, bahkan sekali dua kali tersenyum, aku melihat raut wajah seorang yang sudah dewasa, yang ditinggal ayahnya yg sudah berumur 93 Tahun, bahkan aku masih ingat memoryku waktu ditinggal Ayahku saat aku berumur 12 Tahun.

 

 

Whatsapp Down Disaat yang tepat

Terpantau WhatsApp mulai tak bisa digunakan sejak sekitar pukul 15.15 WIB dan hingga berita ini ditayangkan aplikasi pesan tersebut masih belum bisa digunakan.
Sejauh ini, pihak WhatsApp belum memberikan tanggapan apapun mengenai masalah tersebut.
Update: Tim kumparan memantau pesan di WhatsApp sudah mulai terkirim dan diterima sekitar pukul 16.00 sore ini.
Selama tak bisa memakai WhatsApp, jangan panik karena mungkin pekerjaanmu akan terhambat karena masalah ini. Silahkan menunggu hingga aplikasi WhatsApp milikmu kembali bisa digunakan. (sumber berita)
gzrqsw8wgw6vgut8rzi5
bagi para pekerja kantoran, dan pekerja lapangan, whatsapp merupakan aplikasi wajib untuk saling koordinasi, mulai dari kirim pesan, sampai upload foto secara realtime untuk menunjang segala kegiatan, ternyata whatsapp sering digunakan para atasan untuk check kerjaan team yang ada dilapangan dengan vidcall (sapa tau team nyangopi kagak kerja kan gaji buta), sehingga whatsapp menjadi sangat vital untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan koordinasi, lalu dengan down nya whatsapp apa dampak untuk karyawan? tentu mereka bisa santai bentar, gak perlu di ganggu sama atasannya, bisa rokokan bentar.
Namanya juga karyawan, selalu memanfaatkan waktu sekecil apapun untuk istirahat, berbeda dengan atasan yang dengan adanya whatsapp down, berarti kordinasi mandek, alias kerjaan stag bentar, itu pasti akan mengganggu, cuma kalau atasannya memang merasa urgant, siap aja karyawan di telpon bos.
Pengalaman saya sendiri sih, saat kerja memang ketika internet, Email, atau aplikasi down dari server, kita serasa bisa ambil nafas bentar, walau kerjaan di depan masih banyak, dan perlu kordinasi, lama lama mikir juga sih kalau gak dikerjakan bakal numpuk,
jadi, whatsapp down sore tadi bagi karyawan merupakan break bentar dari kerjaan, dan bagi freelance seperti saya, sama aja gak ada bedanya seperti hari hari biasa.

Masih Nge Blog dengan Bahasa Indonesia?

beberapa hari ini saya  mulai aktif ngeblog lagi, seperti satu dekade yang lalu, kalau lagi gak nulis ya blogwalking, muter muter di blog nya orang baca-baca, trus komen, saling komen, trus saling follow, saling kenal, dan jadi teman, itu dulu

 

Sejak Multiply gulung tikar, keidupan ngblogku mengalami penurunan, rasanya seperti kayak kamu sudah investing banyak waktu tenaga  untuk ngebangun suatu blog, suatu komunitas pembaca dan blogger yang bisa lebih dekat daripada teman facebook, kandas dalam hitungan bulan, tentu Multiply udah announce lama akan rencana gulung tikarnya (jual aset) tapi untuk memulai di tempat baru itu gak segampang itu, hingga akhirnya vaccum nge blog dan hanya menulis di facebook note, semenjak 2011 saya sudah jarang ngeblog.

1796535_10201332371583527_1378351734_n.jpg

Tepatnya pada 2015 akhirnya saya memutuskan membuat blog wordpress, dari situ saya menulis lagi di blog, walau tidak seintensif zaman masih menggunakan Multiply, tentu User interface nya worpress sangat berbeda, dan baru bulan bulan ini saya rajin untuk mulai blogwalking, karna saya rasa blogger Indonesia masih banyak, dan WordPress cenderung cuma meng highlight Blogger luar, jadi setiap ketemu tulisan yang menggunakan bahasa, saya tanpa pikir panjang langsung buka dan baca, dan meninggalkan komentar.

Sampai akhirnya saya menemukan fenomena dimana saya menulis keyword yg “indonesia banget” saya menemukan banyak blogger indonesia yang lebih menggunakan bahasa inggris, ya tentu saya juga menulis beberapa tulisan saya dengan bahasa inggris untuk gain viewer dari luar, cuma saya masih menggunakan bahasa Indonesia sebagai 80% isi blog saya, kenapa? karna ini sangat natural menggunakan bahasa ibu ketika menulis.

 

Hal ini bertanda bahwa, human resource di Indonesia jelas menunjukan peningkatan kualitas dan kekampuannya, dan itu bagus terutama untuk postingan yang memperkenalkan Indonesia, but deep in me (uwee uweee) rinduk akan tulisan berbahasa indonesia, dengan segala style nulisnya, yg makin selengekan makin seru dibacanya, makin semangat buat komen, just my opinion ya.

 

 

ok, have fun

Ps. saya suka menambahkan foto yang gak ada hubungannya sama konten karna memang konten nya gak perlu foto, dan kalaupun perlu bakal comot di internet secara ilegal (banyak yg legal sih yg fair use, cuma ga ada waktu buat make surenya), jadi saya pasang foto yang legal-legal saja

 

 

Cara Menciptakan Mood Menulis di Segala kondisi

Kemarin saya tidak menulis karna banyak kegiatan yang membuat saya bahkan tidak ada waktu untuk membuka laptop, dan bahkan membukanya, bawa laptop aja kagak, dan di android sudah tidak pasang aplikasi wordpress, jadi no, tips ini tidak cocok untuk yang lebih memilih menulis secara online (handwriting saya jelek, jadi ya, thats why)

 

Sejak pergerakan blogger satu dekade lalu (gak nyangka ya udah ngeblog 10 tahunan lebih, dimana blog nya aja udah ilang karna penyedianya jual aset, you know lah siapa) banyak blogger yang berusaha menjadi lebih produktif dengan tetap menulis di perbagai waktu dan kondisi, melawan segala situasi yang mungkin dialami manusia modern seperti kerjaa, macet, ngurus anak, dan tugas kuliah numpuk, mereka menciptakan formula atau lebih bisa dibilang mental blogger, dimana kalau mau nulis di segala kondisi, terutama di kondisi yang enggak banget dimana karna kondisi saja udah gak mendukung pasti mood nulis juga udah gak ada, para blogger harus membuat mood tersebut, membuat zen sendiri disetiap kondisi, yang jelas hari ini harus posting sesuatu, gak harus postingan berkualitas tinggi yang akan memberikan perubahan hidup kepada pembacanya, tetapi cukup lah untuk membuat pembacanya engaged dengan cerita di dalamnya, ya semua harus dipaksa, sampai pada titik dimana menulis disegala kondisi itu bisa, gak harus nunggu mood, mood harus dicari, mood dibuat, dan untuk tema yang ditulis, semua akan mengalir kayak kamu punya kontrol penuh, akan kanal ide ide dipikiranmu.

IMG_4505

Apa menyenangkan kalau dipaksa? nah paksaan untuk blogger ini kita Anallogi kan dengan bodybuilder, mereka nge gym tiap hari, makan bener bener harus clean, no micin dkk, kalori kudu dijaga, bahkan mereka ketika ngeliat makanan matanya langsung kayak mata nya cybort di film, langsung keluar data analisa kalori dan jenis makananya dll, dan belum lagi suplemen, serta bahaya cidera saat latihan, and that awful just by know it, tapi apakah para bodybuilder itu sekalipun mempermasalahkannya? enggak, karna mereka set a goal, mereka pasang poster nya arnold jaman muda di kamar, mereka pengen jadi itu, mereka bisa dan harus punya body kayak gitu, harus dan ketika mereka melihat progress di badan mereka, dalam hati mereka akan bilang “this is worth it, look at may ABSS!!

Ya, mereka bahagia, bangga (thats why body builder kalo pake baju pamer lengan) dan begitu juga blogger, mereka menulis karna mereka ingin setidaknya bisa menulis, menulis dengan benar, membuat tulisan yang setidaknya menarik untuk dibaca orang lain, dan walaupun style menulis itu banyak (terutama untuk menulis karya ilmiah beberapa style menulis tidak digunakan) tapi mereka punya goal, walaupun goal tersebut subjektif, sebagian orang ada yang menulis untuk mencatat kehidupannya, life event yang menarik untuk suatu saat dikenang, ada yang karna hoby, ada yang menulis digunakan untuk mental teraphy, ada juga yang menulis karna ingin jadi penulis.

 

Saya menulis untuk mental teraphy, untuk menjadi disiplin lagi dengan waktu, dan karna itu untuk membuat mood dalam menulis saya selalu menyediakan dan memaksakan waktu (kalau ada waktu kosong dan sedang tidak ada kerjaan lapangan, cuma kalau ada kerjaan didepan laptop, saya biasa menyediakan waktu sebentar untuk menulis mininam 500 kata) dan kalau ditanya masalah Ide, dan tema yang akan kamu tulis, ini akan mengalir kalau kamu sudah terbiasa untuk menulis, karna setiap ide itu kalau ditulis secara dalam sebenarnya bisa kemana mana, apalagi kalau kamu sudah memikirkan satu hal dan dweling dipikiran kamu, dweling sangat lama dan simply menulis bisa menjadi terapy yang sangat baik.

 

Jadi, mulai lah menulis, sejelek, seaneh apapun tulisanmu, itu prosses, karna tidak ada istilahnya orang gak pernah nulis, trus nulis langsung bagus, gak ada istilahnya bakat seperti itu, yang ada adalah bakat yang diasah.

 

Ok, selamat menulis, have fun

Travel to Ambon (for work) Bahasa

kalau mendengar ambon, kita akan teringat kerusuhan dimasa lalu, orang orang yang keras, dan mungkin pemangunan yang tertinggal, dan kalau anda berfikir seperti itu selamat anda salah.

 

Pengalaman pertama berkunjung ke ambon merupakan pengalaman kerja, bukan liburan, sehingga tidak akan terlalu panjang membahas wisata disana, dan berbagai keindahan kotanya, karna saya berkunjung ke ambon kurang lebih hanya dua hari, saya berangkat dari Makassar dini hari sekitar pukul 2 WITA, seperti biasa perjalanan ke daerah timur selalu transit dan start dari Makassar, saya tiba di bandara sekitar jam 00;00 dini hari, karena perjalanan malam di Makassar terkenal belum terlalu aman, dan jam 00:00 adalah jam counter pesawat saya buka, Departure lounge milik bandara sultan hassanudin yang sudah seperti rumah kedua, kalau malam begitu tenang, cuma dipenuhi orang orang timur yang mau pulang dan bule, sepertinya memang bagian timur Indonesia sudah sangat dilirik oleh wisatawan asing, kenapa? karna keindahannya tentunya.

22730182_10209663341532569_4119231486167078283_n

22729005_10209663323452117_7097332016740402145_n.jpg

subuh saya sampai di bandara Pattimura dengan telinga sakit, karna ketiduran dengan hetset, dari bandara pattimura saya menggunakan taksi bandara ke penginapan yang saya booking by phone, sea hotel, yang lokasinya dekat dengan jembatan kota ambon, dan Mall Maluku city, saat sampai disana kita akan sadar kalau Mall di Ambon kebanyakan berada di pinggiran kota, bukan di pusat kota, setelah saya ngobrol dengan warga sekitar yang ada di pusat kota, itu disebabkan lahan di pusat kota ambon sudah penuh, sehingga tidak pembangunan dilakukan di pinggiran kota, ya sudah penuh, ternyata kota ambon merupakan kota yang sudah cukup besar, dan indah sekali, sangat jauh dari bayangan kalau kota di indonesia timur tertinggal.

22780486_10209663321452067_6094335089714124643_n

22730539_10209663332292338_3114326894718862909_n

Makanan di kota Ambon? jangan ditanya sangat banyak, mengingat adanya transmigrasi dizaman dulu, banyak sekali makanan yang lidah jawa, bahkan kalau dibilang nasi kuning dipinggir jalan di Ambon enak, hampir sama dengan yang ada di jawa (berbeda dengan Nasi kuning di Makasar yang mengecewakan) dan banyak makanan lain seperti bakmie, nasi goreng, bakso, dan sangat disayangkan saya tidak sempat makan makanan khas Ambon, dari teman kerja disana, kalau ke ambon yang beda adakah Rujak buahnya.

22789092_10209663335212411_7020601129413138726_n

 

Dibalik keindahan kota Ambon, ada beberapa hal yang disayangkan, untuk kerjaan yang berhubungan dengan audit, dan bisa berdampak pada harkat hidup mereka, mereka bisa dibilang cukup keras dan sebagian dari mereka short temper atau mudah tersinggung atau marah, jadi untuk orang jawa yang kerja disana harus lebih pintar berkomunikasi sehingga menghindari percekcokan, apalagi dengan dialek Ambon yang berbeda, mungkin kita akan bingung maksud dari lawan bicara kita, seperti penggunaan kata “sa” yang ber arti “tidak usah”, jadi kalau mereka bilang “sa bisa” itu artinya tidak bisa, jadi pendatang yang datang cuma untuk singgah sebentar, pasti dibuat pusing, selain itu yang disayangkan adalah “sinisme” dari kerusuhan masalalu, dimana warga islam dan non-islam terkadang masih hidup dalam sinime, terlihat dari kost disana rata rata dibedakan untuk agama (sama seperti jawa, cuma dengan alasan yang berbeda), hal ini saya dapat dari team yang bekerja di Ambon (kebetulan dia Katolik).

 

saya pulang esok paginya dengan sarapan dari hotel, mie instan (tipikal sarapan  hotel di indonesia timur, kalau tidak mie instan, ya roti), tidak banyak waktu untuk saya berkeliling, walau sebenarnya akan sangat menyenangkan menghabiskan seminggu atau lebih disana, karna sebenarnya banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi.

 

next di bucket list lah, kesana untuk liburan.

 

22729008_10209663342532594_4422235329656324736_n22730117_10209663325572170_2556603134755643769_n

What Kinda Coffee That You Like?

i grew up drinking homemade coffee that grew around my town, is that organic? i dont have any idea, but most of the coffee that i drank is Robusta, and roasted with variant stuff, like a corn, or sticky rice grain, and that ingredient gave the specific taste that bring the childhood memory back, is that taste good? sure, if you really coffee addicted you have to try it, then when i grew up little bigger, i start to drank instant coffee and that was awfully not bad, cuz for me, if it coffee i drink it.

 

gastric acid, yes that kind of acid becoming a nightmare for my teenage time, since i start to used to Arabica bean, and i have a zero idea what the different, or it had specific taste etc. i don’t know, sure i have a time in my life that i becoming really really sick from high blood pressure from to much drank a coffee, and wake up all night, that time i really just like a mess, and i stop it, i don’t drank a coffee.

 

working in coffee industry, sure i have a time in my life to working in food and beverage company, that provide coffee, and i do start to learn a lot from that, what kinda coffee that taste to acid of to ground taste, and sure, i start to picking what kinda coffee that i love, robusta of course, a homemade low acid robusta (fyi it contain more caffeine then arabica).